Otomotif

Motor Modifikasi Boleh Melintas di Jalan Umum dengan Syarat Ini, Kalau Lalai Didenda Rp24 Juta

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, pemilik sepeda motor wajib melaporkan

Motor Modifikasi Boleh Melintas di Jalan Umum dengan Syarat Ini, Kalau Lalai Didenda Rp24 Juta
banjarmasinpost.co.id/sudarti
Para peserta Honda Contest Modif 2016 terlihat sibuk membersihkan sepeda motor modif saat akan mengikuti kontes di halaman Kantor Samsat Kayutangi Banjarmasin, Sabtu (16/4) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, pemilik sepeda motor wajib melaporkan modifikasi yang dilakukan pada motornya.

" Modifikasi (motor) boleh namun harus dilaporkan kepada polisi terkait perubahannya karena akan mengubah bentuk atau pun perubahan mesin penggerak atau perubahan karoseri yang telah mengeluarkan. (Pelaporan) dilakukan untuk menjamin keselamatan di jalan," kata Nasir kepada Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Nantinya, lanjut Nasir, pihak kepolisian akan melakukan uji tipe pada kendaraan bermotor tersebut.

Hal ini telah diatur dalam Pasal 49 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca: Penyebab Ashanty Minta Cerai pada Anang Hermansyah dalam Kisah Masa Lalu Terungkap, Ternyata

Baca: Ini Alasan Syahrini Laporkan pedangdut Lia Ladysta Ke Polda, Polisi Sebut Nama Iis Dahlia & Pak Haji

Baca: Inilah Partai Paling Tunduk pada Pilihan Capres dan Cawapresnya, Simak Survei Litbang Kompas Ini

"Setelah dimodifikasi, harus dilakukan uji tipe terlebih dahulu," ujar Nasir.

Pasal 49 Ayat (1) berbunyi, "Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di jalan wajib dilakukan pengujian".

Uji tipe kendaraan bermotor adalah pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan layak jalan.

Bagi pengendara kendaraan bermotor yang nekat melintas menggunakan kendaraan modifikasi tanpa dinyatakan lolos uji tipe, maka pengendara tersebut dapat didenda Rp 24 juta.

"Setiap orang yang membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor dan menyebabkan perubahan tipe yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe, bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta," bunyi Pasal 277 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved