Berita Banjarmasin

Muatan KM Muara Sumber Dievakuasi Penyelam dari Dalam Air Sungai Barito di Banjar Raya

Kedalaman kolam Dermaga Banjar Raya sekitar 12 meter, sehinggga untuk mengeluarkan barang di dalam kapal harus sabar, dan arus air di bawah deras.

Muatan KM Muara Sumber Dievakuasi Penyelam dari Dalam Air Sungai Barito di Banjar Raya
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Daftar manifes yang berhasil dievakuasi dari dalam KM Muara Sumber (Bus Air), seperti beberapa macam sembako. Pihak penyelam tradisional secara bertahap mengevakuasi barang tersebut, Kamis (22/3/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari kedua tenggelamnya KM Muara Sumber (Bus Air), Kamis (21/3/2019), pihak penyelam tradisional secara bertahap mengevakuasi barang muatan (Daftar Manifes) dari dalam kapal yang naas tersebut.

Kedalaman kolam Dermaga Banjar Raya sekitar 12 meter, sehinggga untuk mengeluarkan barang di dalam kapal harus sabar, dan arus air di bawah sangat deras.

Pemilik KM Muara Sumber, H Daibpundi yang ditemui, Kamis (21/3/2019) sore mengatakan, hari kedua (Kamis) pihaknya mengeluarkan barang, seperti sembako, tabung gas elpiji berukuran12 kg serta ratusan dos mie instan, beras maupun makanan ringan serta bawang merah berhasil diangkat dari permukaan sungai.

Kemudian hari ini, Jumat (22/3/2019) dilanjutkan dengan mengevakuasi semua barang di dalam kapal. Menjelang air pasang, maka bangkai kapal akan diangkat dari permukaan sungai.

Baca: Mau Berangkat ke Puruk Cahu, Bus Air KM Muara Sumber Tenggelam di Dermaga Banjar Raya

Ditambahkannya, ada 60 buah drum kosong yang disiapkan untuk mengevakuasi bus air agar bisa mengapung. Nantinya bus air tidak lagi digunakan, dan mesinnya akan diambil.

Sebuah kapal dagang tradisional (Bus Air) KM Muara Sumber, tenggelam pada saat sandar di Pelabuhan Banjar Raya, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Rabu (20/3/2019) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
Sebuah kapal dagang tradisional (Bus Air) KM Muara Sumber, tenggelam pada saat sandar di Pelabuhan Banjar Raya, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Rabu (20/3/2019) pagi sekitar pukul 06.30 Wita. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Ditanya, apakah semua barang dagangan ini atas pesanan orang lain di Puruk Cahu (Kalteng), pak haji yang berbadan kurus ini mengatakan tidak. Barang itu adalah miliknya sendiri.

"Semua barang di dalam kapal itu adalah milik saya, dan barangnya saya jual lagi di Puruk Cahu. Kita bukan ekspedisi, tetapi semua barang ini adalah milik saya,"tuturnya H Daibpundi yang sudah puluhan tahun membawa sembako dengan menggunakan bus air. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved