Berita Kalteng

Pegawai Lapas Sampit Terlibat Peredaran Narkoba, BNN Amankan 350 Gram Sabu dan 7 Butir Ekstasi

BNNP) Kalteng membongkar jaringan narkoba lintas provinsi di Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (6/3/2019).

Pegawai Lapas Sampit Terlibat Peredaran Narkoba, BNN Amankan 350 Gram Sabu dan 7 Butir Ekstasi
tribunkalteng.com/fathurahman
Pelaku jaringan pengedar Narkoba di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng yang diamankan perugas BNNP Kalteng. BNNP juga menyita barang bukti dalam penangkapan para pelaku tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Upaya pemberantasan Narkoba hingga, Kamis (21/3/2019) terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, dengan menangkap para pelakunya dan menyita barang bukti narkoba.

Belum lama ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng membongkar jaringan narkoba lintas provinsi di Bandar Udara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (6/3/2019) dengan menangkap empat orang jaringannya dan menyita sebanyak 350 gram sabu dan tujuh butir ekstasi.

Penangkapan dilakukan dibeberapa tempat dan melibatkan oknum pegawai lapas dan tahanan lapas Sampit. Empat terangka antara lain, AL (29) ditangkap di Bandara H Asan, pengembangan kasus, petugas juga menangkap KT (33) pegawai Lapas Kelas IIB Sampit, juga menangkap seorang narapidana lapas setempat berinisial NR (39), terakhir meringkus DE (22) warga Kotim.

Keterangan Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi, menyebut, dalam penangkapan BNNP menerima laporan, ada pengiriman barang dari daerah Pulau Jawa menuju Sampit melalui Bandar Udara Juanda, Surabaya menuju Bandar Udara Sampit. 

Baca: Polsek Lokpaikat Gagalkan Peredaran Sembilan Paket Sabu, Pelaku Diciduk di Kebun Karet

Baca: Respons Menohok Nikita Mirzani Usai Kejiwaannya Disorot, Nyinyiri Ahmad Dhani Mulan Jameela Syahrini

Baca: Reaksi Gading Marten Dengar Lagu Gisella Anastasia Yang Ku Mau Saat Konfers Film Rumput Tetangga

Petugas bandara setempat dan tim BNNP menggelar razia di area kedatangan penumpang di Bandara H Asan Sampit, seorang diamankan berinisial AL berikut barang bukti dua bungkus plastik yang dilapisi lakban dengan berat kotor 350 gram dan tujuh butir tablet diduga jenis ekstasi.

"Saat ditangkap dan kami dalami kasus ini untuk membongkar jaringannya, ternyata pelaku beri info, dia hanya kurir , yang menyuruh mengambil barang berinisial MD (DPO BNN), sedangkan pemesan NR seorang napi di Lapas Kelas IIB Sampit," kata Lilik Heri.

Pelaku jaringan pengedar Narkoba di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng yang diamankan perugas BNNP Kalteng. BNNP juga menyita barang bukti dalam penangkapan itu.
Pelaku jaringan pengedar Narkoba di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng yang diamankan perugas BNNP Kalteng. BNNP juga menyita barang bukti dalam penangkapan itu. (TRIBUNKALTENG.com/faturahman)

Hasil pengembangan terhadap penangkapan tersebut, diketahui barang itu rencananya akan diambil oleh NR yang memerintahkan KT. Selanjutnya, KT diamankan. Saat ingin dijemput petugas BNN, KT mengaku,  bahwa di rumahnya ada seseorang yang menunggu untuk mengambil barang tersebut.

"Tak sia-siakan waktu, petugas kami, langsung ke rumah KT untuk menangkap seseorang yang juga jaringan narkoba kelompok tersebut dengan inisial DE di rumah KT dan disita barang bukti  enam plastik klip berisi sabu seberat 16,89 gram," terang Kepala BNNP Kalteng ini.

Empat orang jaringan pengedar sabu di Sampit, saat ini dalam pengamanan BNN, tiga pelaku diamankan di Kantor BNNP Kalteng di Palangkaraya sedangkan satu pelaku yag merupakan penghuni Lapas Kelas II B Sampit, diamankan di Sampit.

Baca: Bawa Keris dan Mengamuk di SMK Al Hidayat Barabai, Pemuda Ini Diamankan di Polsek Haruyan

Baca: Nama Calon Wabup HST Diserahkan Seusai Pemilu 2019, Parpol Pengusung Rapat dengan Bupati

Baca: Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh pada Bulan Rajab, Simak Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Sini

Sementara itu, oknum ASN Lapas Kelas II B Sampit, KT, yang memiliki dua orang anak ini mengaku menyesal terlibat dalam jaringan narkoba tersebut, dan dia mengaku tergoda ikut dalam jaringan tersebut lantaran terbelit utang serta untuk kebutuhan rumah tangga.

"Saya punya utang, dan memang sedang perlu uang, saya sudah berkeluarga, tentu perlu uang untuk hidup, makanya saat mereka tawarkan gabung membantu saya tergoda ikut, tapi saya menyesal sekarang, apalagi taruhannya kehilangan pekerjaan sebagai ASN, daya ikuti saja proses hukum ini," ujarnya. (banjarmasinpost. co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved