Berita HST

Pemkab HST Ingin Tata Bantaran Sungai, Dinas Permukiman Lakukan Studi Banding ke Banjarmasin

Contohnya di bantaran Sungai Barabai. Rumah warga menjorok ke sungai di sungai juga masih dipenuhi dengan jamban mengapung.

Pemkab HST Ingin Tata Bantaran Sungai, Dinas Permukiman Lakukan Studi Banding ke Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Bantaran Sungai Barabai, Kabupaten HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI  - Tak hanya kota besar seperti Banjarmasin saja yang memiliki persoalan di bantaran sungai. Barabai, ibukota Hulu Sungai Tengah juga memiliki persoalan serupa.

Contohnya di bantaran Sungai Barabai. Rumah warga menjorok ke sungai di sungai juga masih dipenuhi dengan jamban mengapung.

Sebenarnya, bantaran Sungai Barabai sudah dibenahi sejak 2017 lalu. Bahkan, bantaran sungai ini dibangun siring.

Tak hanya itu, 2018 lalu, siring tersebut juga ditambah dengan jembatan yang menghubungkan antara Taman Juwita Barabai dengan kampung seberangnya.

Rencananya Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menghendaki agar penyiringan sampai ke Kelurahan Bukat.

Baca: Muatan KM Muara Sumber Dievakuasi Penyelam dari Dalam Air Sungai Barito di Banjar Raya

Proyek penyiringan ini pun diperkirakan akan selesai hingga 2021 mendatang.

Warga Barabai, Amat, mengaku senang melihat tampilan Sungai Barabai yang semakin dibenahi.

Menurutnya, jika bantaran sungai di Barabai ini tertata dengan baik akan mempercantik wajah kota Barabai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Tengah, M Fajarudin, mengatakan jika untuk menata bantaran sungai memerlukan anggaran yang tak sedikit.

Bahkan, untuk penyiringan pihaknya masih bergantung pada Pemerintah Pusat. Beruntung, untuk program penyiringan warga bersedia memotong bagian belakang rumahnya tanpa harus diganti rugi.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Syafaat, menjelaskan pihaknya sudah melakukan studi banding ke Banjarmasin dan melihat perwajahan Sungai Bilu. Studi banding ke sana.

Baca: Gaji PNS Naik Lima Persen, Kepala Bakeuda Banjarmasin: Kisaran Rp 100.000 sampai Rp 300.000

Ia pun berharap Barabai bisa seperti itu meski sungainya tidak begitu besar. Untuk penyiringan Sungai Barabai dibantu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum.

"Selama dua tahun ini sudah Rp 13 miliar untuk penyiringan. Rinciannya Rp 3 miliar pada 2017 dan Rp 10 miliar pada 2018," jelasnya.

Ia berharap bantuan dari pusat terus berlanjut apalagi masih ada satu kilometer bagian kiri dan kanan yang belum disiring. Rencananya penyiringan ini sampai ke Kelurahan Bukat.

"Target 2021 selesai. Tapi semua tergantung anggaran dari pusat. Tahun ini belum ada info berapa kita akan dapat," bebernya. (banjarmasinpost.co.id/wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved