Berita Tapin

Perusak Pohon Penghijauan di Desa Serawi Tapin Didenda Rp 200 Ribu, Pelaku Mengaku Jera

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Rantau, Dian Anggraini didampingi panitera Dona Panambayan yang memeriksa perkara Surianor.

Perusak Pohon Penghijauan di Desa Serawi Tapin Didenda Rp 200 Ribu, Pelaku Mengaku Jera
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Inilah sidang tindak pidana ringan pengrusakan pohon di PN Rantau, Kamis (21/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Surianor alias Utuh, menjadi terdakwa dalam kasus pengrusakan pohon penghijauan di Jalan Kabupaten Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/3/2019).

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Rantau, Dian Anggraini didampingi panitera Dona Panambayan yang memeriksa perkara Surianor.

Dalam proses sidang cepat dan ringkas itu hakim memutuskan terdakwa membayar denda sebesar Rp 200 ribu dan membayar biaya perkara sebesar Rp 2000.

Jika terdakwa tak mampu membayar denda Rp 200 ribu diganti dengan kurungan selama sepuluh hari.

Surianor dinilai hakim Dian Anggraini terbukti melanggar peraturan daerah Kabupaten Tapin Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Baca: Budi Suryadi : MEA di Daerah Berkembang dan Berorientasi Investasi dan Barang-Jasa

Vonis dijatuhkan hakim karena terdakwa bersalah merusak empat batang pohon penghijauan jenis trambesi.

Itu sesuai dengan keterangan dua saksi serta barang bukti berupa sebilah parang dan bekas kupasan pohon dirampas negara untuk dimusnahkan.

Dihadapan hakim tunggal, Surianor berjanji merawat pohon penghijauan yang dirusaknya agar tetap tumbuh subur.

Ia juga bersedia mengganti bibit pohon baru secara suka rela jika kemudian dari keempat pohon penghijauan yang dirusaknya itu ternyata mati.

Usai divonis bersalah dan didenda, Surianor mengaku lega karena putusan hakim lebih ringan dari sanksi dalam peraturan daerah yaitu maksimal Rp 10 juta.

Baca: KPU Kalsel : Sebanyak 20.694 Pemilih (DPTb) Pindah Memilih di Kalsel, 14.533 Keluar Kalsel

"Saya kalau didenda Rp 10 juta lebih baik dikurung saja. Tapi kalau Rp 200 ribu dendanya saya bayar langsung hari ini kepada negara," katanya.

Surianor mengaku jera melakukan pengrusakan pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin.

"Saya tidak mengetahui kalau sebenarnya merusak pohon itu ada sanksinya," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved