Berita Banjarbaru

Sungai Lulut Mulai Dipasang Patok, PUPR Kalsel Siap Umumkan Lelang, BPN Lakukan Inventaris

Perkembangan rencana peningkatan jembatan Sungai Lulut Jalan Veteran dan Jalan Martapura Lama, terus disokong Pemprov Kalsel.

Sungai Lulut Mulai Dipasang Patok, PUPR Kalsel Siap Umumkan Lelang, BPN Lakukan Inventaris
Banjarmasinpost.co.id/isti Rohayanti
Satu jembatan di Sungai Lulut yang akan di bongkar dan dibuat jembatan baru. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Perkembangan rencana peningkatan jembatan Sungai Lulut Jalan Veteran dan Jalan Martapura Lama, terus disokong Pemprov Kalsel.

Kali ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel akan mengumumkan lelang proyek tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Thoyib, Kamis (21/3) menjelaskan meski proses pengadaan lahan masih berjalan, pihak Pemprov meyakini lahan akan tersedia sesuai target yang sudah ditetapkan.

"Sebentar lagi kami umumkan lelang proyek tersebut," kaya Yasin Toyib.

Dijelaskann Yasin Toyib, saat ini pihak Pemko Banjarmasin dan Pemkab Banjar terus bekerja untuk menyelesaikan ketersediaan lahan.

Baca: Pelebaran 3 Jembatan Sungai Lulut-Martapura Lama, PUPR Gandeng BPN Cek Sertifikat Bangunan

"Kami dapat informasi Pemkab Banjar sudah memasang patok batas tanah, makanya kami optimis pemko dan pemkab bisa menyelesaikan pengadaan. Sembari menunggu pengadaan tahapan lelang juga akan dilaksanakan," runut Yasin Toyib.

Kepala Dinas PUPR Banjar, M Hilman ketika dihubungi menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialisasi pembebasan lahan dengan masyarakat setempat.

Bersama masyarakat juga sudah ada kesepatan terkait lahan yang akan dibebaskan.

"Setelah itu kami memasang patok, dan sudah dilaksanakan juga," tandas M Hilman.

Hilman menyebut untuk penetapan harga belum bisa dilaksanakan.

Menurut Hilman, tahapan selanjutnya diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk dilakukan pengukuran.

Baca: Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor Imbau ASN Netral dan Sukseskan Pemilu 2019

BPN akan melakukan inventarisasi luasan lahan, dan setelahnya dilanjutkan perhitungan biaya oleh tim apraissal.

"Warga sepakat bersedia mau dibebaskan. Ada rumah tempat tinggal juga ada toko yang terkena pembebasan," ungkapnya.

Hilman optimis penyediaan lahan bisa selesai. Hal itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat setempat yang cukup besar. Yang ia khawatir proses di BPN yang lambat. Hilman menyebut BPN mempunyai target sertifikat gratis yang cukup besar.

"Tidak rawannya proses di BPN, kalau yang lainnya cepat aja. Apalagi apraissal mereka kan kita bayar jadi pasti bekerja cepat. Proses pengadaan tanah ada empat tahapan, pertama perencanaan, kedua persiapan, lalu pelaksanaan, dan penyerahan akhir. Kita sudah masuk persiapan," tuturnya. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved