Pilpres 2019

Survei Litbang Kompas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Koordinator JADI Kalsel: Posisi Paslon 01 Belum Aman

Hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas mengenai elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang berlaga di tahun 2019

Survei Litbang Kompas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Koordinator JADI Kalsel: Posisi Paslon 01 Belum Aman
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Koordinator Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Kalsel, Samanhudin Muharram 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas mengenai elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang berlaga di tahun 2019 menjadi satu pembahasan pada acara Forum Diskusi Banua pada program Meja Bundar yang digelar oleh satu media televisi lokal di Banjarmasin, Rabu (20/03/2019) kemaren.

Sebagaimana diketahui, Litbang Kompas telah merilis hasil survei untuk kedua paslon. Dimana hasilnya yakni Paslon 01, Jokowi-Maruf Amin 49,2 persen. Sementara Paslon 02, Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan rahasia 13,4 persen.

Mendengar pemaparan mengenai survei itu, Koordinator Jaringan Demokrasi Indonesia Kalsel (JADI), Samanhudin Muharram yang berhadir pada acara tersebut menilai, hasil survei masih belum menentukan.

Ditambah lagi masih banyak lembaga survei yang belum mengeluarkan atau memperlihatkan hasilnya.

Baca: Tim Prabowo Makin Yakin Menang di Pilpres 2019, Ini Hasil Survei Litbang Kompas

Baca: Jadwal Lengkap Siaran Langsung RCTI Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Timnas Indonesia Vs Thailand

Baca: Jelang MotoGP Argentina 2019 - Valentino Rossi Paling Suka dengan Motor Lamanya

“Hasil survei itu menurut saya memang dimenangkan oleh Paslon 01. Namun mereka juga harus menjaga betul dan melakukan analisis. Dalam artian kalau memang posisi survei sudah memenangkan 01, lantas tinggal bagaimana bisa mempertahankan posisi tersebut,” ucapnya,

Ia mengatakan, petahana harus dalam posisi bertahan , beda dengan penantang (Paslon 02) yang melawan petahana memang harus dalam posisi menyerang untuk bertahan.

Kemudian, petahana menurutnya juga harus membangun argumentasi berdasarkan data, fakta, akrena pasti penantang akan menghantam dari sisi kekurangan petahana.

Ditanya mengenai peluang untuk kemenangan, Samanhudin pun mengatakan masih bisa berubah. Ada potensi dari Paslon 02 untuk melawan.

“Sekarang kapan tim pasangan -02 bisa memanfaatkan situasi? semisal tes survei datanya sekitar 10 persen. Survei itu masih bisa berubah, karena ada faktor kaum milenial dan emak-emak, dan hasil survei yang dilakukan lembaga survei kelas mengah ke atas cendrung ke 02,” ucap Samanhudin.

“ini potensi bagi Paslon 02. Karena mempunyai otoritas. Dimana pemilih kelas menengah yang mempunyai otoritas bisa mempengaruhi pemilih tingkat bawah,” tambahnya.

Sebutnya, ketika 01 sedang euphoria, bisa saja operasi senja dilakukan oleh Paslon 02. Kemudian mempengaruhi kalangan tingkat bawah dengan isu keburukan petahana dan memberikan sesuatu yang dianggap bisa diterima oleh kalangan bawah tersebut.

Samanhudin melihat, Paslon 01 masih belum aman. Sebutnya, segala hal dalam politik ialah 50:50. Dari hasil survei yang sudah keluar itu ujarnya tinggal bagaimana evaluasi yang dilakukan. Melihat kekurangan petahana dan kelebihan dari penantang.

“dari survei tes yang ada, saya kira bisa berubah, sepanjang Paslon 01 tidak bisa memanfaatkan atau mempertahankan posisi mereka yang saat ini menang (dalam survei tes yang dikeluarkan Litbang Kompas),” tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved