Berita Kalteng

70 Dai Muhammadiyah Kalteng Diberikan Insentif dan Asuransi Dalam Berdakwah

Sebanyak 70 orang da'i atau penceramah agama islam yang masuk dalam persyarikatan Muhammadiyah, Kalimantan Tengah diberikan insentif

70 Dai Muhammadiyah Kalteng Diberikan Insentif dan Asuransi Dalam Berdakwah
Istimewa
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah H Syamsul Hidayat (kiri) dan H Sutransyah, pengurus Muhammadiyah Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 70 orang da'i atau penceramah agama islam yang masuk dalam persyarikatan Muhammadiyah, Kalimantan Tengah diberikan insentif dan jaminan asuransi selama bertugas dakwah di Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah.

Pemberian insentif tersebut sebagai upaya pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus membina dan meningkatkan kesejahteraan para da’i-nya yang selama ini menjalankan dakwah islam hingg ke daerah pinggiran Kalimantan Tengah, agar terjamin kesejahteraanya dan diasuransikan.

Ini sebut , Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah H Syamsul Hidayat saat membuka kegiatan Konsolidasi Dakwah Muhammadiyah, di Palangkaraya, Jumat (22/3/2019) , saat ini ada sebanyak 70 Da'i yang telah masuk program tersebut demikian juga nantinya dengan Da'i lainnya." Program instentif dan asuransi tersebut telah diberikan kepada 70 da’i binaan Muhammadiyah," ujarnya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Ingatkan 4 Syarat Perempuan Boleh Bekerja di Luar, Bukan Hanya Izin Suami

Baca: Makian Raffi Ahmad pada Nagita Slavina Bawa Berkah, Meski Ibu Rafathar Itu Sempat Dibikin Nangis

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan Pimpinan Wilayah (PW), yakni Ketua H Yamin Mukhtar, Wakil Ketua Ahmad Syari’i, Bulkani, Abu Bakar Muhammad, Norsani Darlan, serta perwakilan pengurus Muhammdiyah dari tingkat kota dan kabupaten , bahkan hingga kecamatan se-Kalteng.

Syamsul mengatakan, program tersebut, diupayakan menjangkau lebih banyak da’i dan mubalig di seluruh Indonesia.
Menurutnya, tunjangan berupa insentif dan jaminan asuransi yang diberikan kepada para mubaligh ini merupakan bentuk perhatian PP Muhammadiyah terhadap mereka yang aktif di kegiatan dakwah dan syiar Islam.

Terkait asuransi, program tersebut merupakan upaya perlindungan PP Muhammadiyah terhadap kepastian jaminan keselamatan maupun layanan kesehatan bagi para mubaligh ini, seiring belum maksimalnya layanan program BPJS Kesehatan bagi masyarakat." Kami akan terus memperhatikan masalah kesejahteraan dan keselamatan para Da'i ini," ujarnya.

Muhammadiyah juga berupaya mencetak para pendakwah baru, termasuk melalui pembentukan Korps Mubalig."Kami berharap dalam pengajian-pengajian, masjid, majelis tabligh Muhammadiyah tak lagi kekurangan mubaligh,” tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved