Prestasi Atlet Kalsel

Berangkat Sendirian Tanpa Merah Putih, Sengaja Melakukan Cara ini Menampilkan Tulisan Indonesia

Muhammad Eka Sandria wakili Indonesia untuk Game Play Station 4 Pro Evolution Soccer (PES) 2019.

Berangkat Sendirian Tanpa Merah Putih, Sengaja Melakukan Cara ini Menampilkan Tulisan Indonesia
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (22/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Muhammad Eka Sandria wakili Indonesia untuk Game Play Station 4 Pro Evolution Soccer (PES) 2019.

Aksi Eka saat berlaga ditayangkan secara live di Cina, bahkan streaming di YouTube.

“Saya berangkat sendiri ke Cina. Di sana saya juga sendiri, tidak seperti peserta negara lain yang lengkap dengan peralatan tempur dan official serta manajer,” ujarnya.

Eka mengaku dia tidak membawa bendera merah putih.

Saat berfoto bersama pemain lain, dia membalikkan kaus agar tulisan Indonesia di kausnya terlihat.

“Itulah sebagai identitas diri saya,” ujar pemilik akun Instagram @eka_sandria1691 ini.

Baca: Perjuangan Atlet Kalsel Menduniakan Nama Daerah, Menangis Seorang Diri di Stadion Chongqing

Baca: Pengumuman SNMPTN 2019 Jumat 22 Maret Mulai Pukul 16.00, Ini Link Alternatif Selain snmptn.ac.id

Baca: Via Vallen Bersanding dengan John Travolta dan Michael Bolton saat Rusia, Malah Singgung Formalin

Baca: Billy Syahputra dan Hilda Vitria Resmi Putus, Bukan Kriss Hatta, Sosok Ini Justru yang Disoal

Baca: Foto-foto Pelatihan Puluhan Karyawati Tanpa Busana Viral di FB, Diduga Pekerja Perusahaan Kecantikan

Kaus bertuliskan Indonesia itu, kata Eka, dia minta ke admin Instagram Liga 1 Pro Evolution Soccer.

“Senangnya bisa dapat. Kaus itu saya pakai terus selama bertanding. Kaus bertuliskan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai putra Kalimantan Selatan, selama di Cina dari tanggal 8 Maret sampai 19 Maret, Eka mengenakan baju Sasirangan.

“Itu juga cuma satu-satunya sasirangan yang saya bawa,” ujarnya.

Karena hanya membawa baju sangat terbatas, cuma satu setel tambah satu helai kemeja sasirangan, Eka pun harus merasakan hawa dingin.

“Di Cina dingin sampai 16 derajat, saya sampai kedinginan.

Alhamdulillah, orang Cina sangat perhatian kepada saya. Saya diberi jaket agar tidak kedinginan," kata alumni JPOK Universitas Lambung Mangkurat ini.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved