Berita Banjarbaru

Fenomena Equinox, Begini Situasi yang Terjadi di Kalsel

Fenomena Equinox yang terjadi dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September 2019 ini disebut tak berdampak pada peningkatan cuaca suhu

Fenomena Equinox, Begini Situasi yang Terjadi di Kalsel
buildfutureenergy.files.wordpress.com
Equinox adalah saat matahari persis ada di khatulistiwa, setahun terjadi dua kali, yaitu tanggal 23 Maret dan 21 September. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Fenomena Equinox yang terjadi dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September 2019 ini disebut tak berdampak pada peningkatan cuaca suhu ataupun hujan.

Beredar informasi di media sosial agar masyarakat Jangan lupa untuk minum lebih banyak air, makan lebih banyak buah dan mengurangi aktivitas di luar rumah dari tanggal 22 s/d 28 Maret.

Pada fenomena equinox, Matahari mencapai titik terdekat dengan bumi dan suhu udara akan naik beberapa derajat, jangan sampai dehidrasi atau sun stroke.

Informasi itu jelas tidak sepenuhnya benar.

Tidak jelas sumber dan masyarakat diimbau tetap tenang dan menjalankan kegiatan seperti biasa.

Baca: Restu Ayah Cut Meyriska untuk Roger Danuarta Akhirnya Didapat, Makin Semangat Pelajari Islam?

Baca: 12 LINK Pengumuman SNMPTN 2019 dan snmptn.ac.id untuk UI, ITB, UGM, Undip, Unhas, ITS Hingga IPB

Baca: Bantah Ikuti Luna Maya, Reino Barack Posting Kegiatannya di Swiss Hingga Gandengan dengan Syahrini

Baca: Aurel Hermansyah Rias Mirip BLACKPINK, Putri Anang dan Krisdayanti Malah Dipanggil Barbie Kumalasari

Dikonfirmasi, KASI observasi dan informasi stasiun meteorologi Syamsudin Noor Riza Arian Noor, Jumat (22/3) membenarkan jika saat ini tengah fenomena Equinox.

Fenomena ini tidak terlalu berdampak pada cuaca suhu ataupun hujan.

Suhu tinggi sendiri tak bisa selalu dihubungkan dengan equinox.

Dia mengatakan Equinox ialah gerak semu matahari yang berada tepat di atas garis Khatulistiwa.

Fenomena ini disebabkan pergerakan bumi pada porosnya atau rotasi bumi dan evolusi (pergerakan) bumi terhadap matahari.

Peristiwa ini merupakan kejadian yang tiap tahun terjadi pada bulan Maret dan September.

"Fenomena ini tidak terlalu berdampak pada kondisi cuaca khususnya suhu udara, dimana untuk wilayah kalsel khususnya masih berpotensi untuk terjadi hujan. Untuk suhu diwilayah kalsel masih normal berkisar 25-33 C," katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved