Kriminalitas Tapin

Lelaki Asal Kabupaten Tapin Ini Cabuli Tetangganya yang Masih Berusia 9 Tahun di Posyandu

Ardiansyah (59) tertunduk menghadapi dinding. Ia mengenakan peci putih dan pakaian orange bertulis Tahanan Polres Tapin

Lelaki Asal Kabupaten Tapin Ini Cabuli Tetangganya yang Masih Berusia 9 Tahun di Posyandu
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Ardiansyah (59) pelaku pencabulan tertunduk menghadapi dinding di Polres Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ardiansyah (59) tertunduk menghadapi dinding. Ia mengenakan peci putih dan pakaian orange bertulis Tahanan Polres Tapin saat berada di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tapin, Jumat (21/3/2019).

Lelaki kelahiran Marampiau, 3 April 1960 itu merupakan tersangka pelaku persetubuhan sekaligus pencabulan terhadap korbannya berinisial S (9) yang terhitung bertetangga dengan rumah pelaku.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari penyidik, peristiwa itu dilaporkan orangtua korban pada 18 Maret 2019 lalu di Polsek Candi Laras Selatan.

Pertama kali ulah bejad pelaku saat korban sendirian sedang nonton televisi di rumahnya, didatangi pelaku lewat jendela dan dibekap pelaku dari belakang.

Setelah dipesani agar tak bersuara, bekapan pelaku terhadap korban dilepas. Lalu korban digiring ke dalam kamar diajak berhubungan badan. Korban dicabuli pelaku di kamar orangtua korban.

Baca: LIVE STREAMING RCTI Timnas Indonesia vs Thailand, Siaran Langsung Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Baca: Tak Mau Kalah Dari Luna Maya, Syahrini dan Reino Barack Habiskan Bulan Madu di Tempat Luna Liburan?

Baca: Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Skor 0-1 untuk Sementara

Baca: Istri Irwan Mussry, Maia Estianty Sebut Tentang Sabar, Untuk Sosok Gading Marten dan Luna Maya?

Ulah pelaku terbongkar, setelah orangtua korban diberitahu tetangganya yang mendengar korban dibawa pelaku ke Posyandu dan gardu jaga ternak sapi.

Lantas ibu korban bertanya dengan korban. Korban mengakui 'dikerjai' pelaku di kamar orangtua korban, di Posyandu dan gardu jaga ternak sapi.

Kaget dan sedih serta menimpa perasaan ibu korban mendengar penjelasan anak bungsunya digagahi pelaku hingga diketahui tetangga korban.

Lalu orangtua korban melaporkan perbuatan tak senonoh tetangganya itu ke polisi.

Kemudian polisi mengamankan pelaku dari tempat tinggalnya di Desa Marampiau, Kecamatan Candi Laras Selatan untuk menghindari terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.

Sebab pelaku dengan orangtua korban terhitung memiliki berkerabat karena perkawinan anak pelaku dengan kerabat orangtua korban.

Kepala Urusan Operasi dan Pembinaan Satreskrim Polres Tapin, Iptu Eddy Supandi, SAP mengatakan kasus pencabulan itu ia lakukan di tiga tempat, di kamar orangtua korban, di posyandu dan di pos penjagaan ternak sapi di Desa Marampiau.

Menurut Iptu Eddy Supandi, pelaku selalu diberi uang yang jumlahnya bervariasi dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu usai menodai korban dan berpesan agar tidak bercerita kepada orang lain termasuk kepada orangtuanya.

Pelaku leluasa karena kakak korban pulang dari sekolah sore hari dan orangtua korban bekerja sebagai petani juga di rumah pada sore hari.

"Pelaku ditetapkan sebagai tersangka persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved