Prestasi Atlet Kalsel

Perjuangan Atlet Kalsel Menduniakan Nama Daerah, Menangis Seorang Diri di Stadion Chongqing

Sayangnya, satu dari tiga atlet yang telah mengharumkan nama Kalimantan Selatan dan juga Indonesia di tingkat dunia itu sama sekali tidak mendapat

Perjuangan Atlet Kalsel Menduniakan Nama Daerah, Menangis Seorang Diri di Stadion Chongqing
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (22/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga atlet Kalimantan Selatan berhasil meraih prestasi di kancah internasional.

Mereka adalah Muhammad Eka Sandria (27), Muhammad Febredy Andrieyanto (28) dan Muhammad Ihsan.

Sayangnya, satu dari tiga atlet yang telah mengharumkan nama Kalimantan Selatan dan juga Indonesia di tingkat dunia itu sama sekali tidak mendapat dukungan dana dari pemerintah.

Dia adalah Muhammad Eka Sandria.

Saat berangkat ke Cina, guru honorer mata pelajaran olahraga SMP 16 Banjarmasin ini mengaku sama sekali tidak ada bantuan dana dari pemerintah.

Baca: Pengumuman SNMPTN 2019 Jumat 22 Maret Mulai Pukul 16.00, Ini Link Alternatif Selain snmptn.ac.id

Baca: Billy Syahputra dan Hilda Vitria Resmi Putus, Bukan Kriss Hatta, Sosok Ini Justru yang Disoal

Baca: Via Vallen Bersanding dengan John Travolta dan Michael Bolton saat Rusia, Malah Singgung Formalin

Baca: Foto-foto Pelatihan Puluhan Karyawati Tanpa Busana Viral di FB, Diduga Pekerja Perusahaan Kecantikan

Baca: Tanggapan Menag Lukman Hakim Saifuddin KPK Sita Uang di Kantornya, KPK Duga Terkait Pokok Perkara

“Saya sampai utang sana sini. Saya berangkat cuma bawa uang dua juta rupiah. Itupun hasil dari pinjam. Saya pinjam kepada orangtua satu juta rupiah dan satu juta rupiah lagi hasil kumpulan dari anak-anak PES Community Cangkal Game Banjarbaru," ujar Eka, Kamis (21/3).

Eka mengaku sebagai honorer gaji hanya Rp 500 ribu per bulan.

“Untung selama di Cina saya tidak mengeluarkan uang. Tiket, penginapan, makan dan uang saku dijamin oleh pihak penyelenggara di Cina,” ujarnya.

Di Cina, Eka berhasil menorehkan namanya pada deretan elit pemain Game PlayStation 4 Pro Evolution Soccer (PES) 2019 terbaik dunia.

Berkat prestasinya itu Eka dilobi tim profesional Cina dan Thailand untuk berkiprah di sana.

“Saya masih pikir-pikir pilih Cina atau Thailand,” kata bujangan warga Jalan Perambayan 3 Sungaiulin Banjarbaru ini seraya menambahkan dia kini tengah menyiapkan dokumen untuk pergi ke luar negeri.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini berprestasi pada ajang World Electronic Sports Games (WESG) 2019 di Kota Chongqing, Cina.

"Ulun (saya) sampai menangis seorang diri saat nama Indonesia disebut dan bendera Indonesia digital berkibar pada layar raksasa di stadion Chongqing. Ribuan penonton menyaksikannya," ucap Eka.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved