Kisah Gang Janda di Tanahlaut

Kebanyakan Bersuami Orang Jauh, Ini Pekerjaan Para Janda Gang Janda Kurau Utara Tanahlaut

Kebanyakan janda di Gang Janda Kurau Utara, Bumi Makmur, Tanahlaut bekerja mengambil upah bertani, mengupas udang hingga bekerja tetap.

Kebanyakan Bersuami Orang Jauh, Ini Pekerjaan Para Janda Gang Janda Kurau Utara Tanahlaut
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Gang Janda, nama sebuah gang buntu yang terletak di Jalan Sariful RT 07 RW 07 Desa Kurau Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Meski berstatus janda, kebanyakan janda di Gang Janda RT 07 RW 07 Desa Kurau Utara Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan ternyata mayoritas tetap bekerja.

Kebanyakan janda di Gang Janda bekerja mengambil upah bertani, mengupas udang hingga bekerja tetap.

"Rata-rata bekerja, karena banyak yang janda anaknya banyak, tiga orang sampai tujuh orang anak," terang ketua RT 07 RW 07 Desa Kurau Utara, Johan kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (23/3/2019).

Janda di Gang Janda sebutnya rata-rata bersuami warga jauh, misalnya pendatang dan warga di luar kecamatan.

"Mereka tidak kawin satu desa atau satu kecamatan banyak, rata-rata suaminya orang luar," tambah Johan.

Baca: Cerita Ketua RT Soal Asal-usul Nama Gang Janda di Desa Kurau Utara, Bumi Makmur, Tanahlaut

Baca: Wah Ada Gang Janda di Tanahlaut, Tak Ada Plang Nama, Warganya Sudah Terbiasa

Nama Gang Janda ternyata berawal dari ketua RT 07 RW 07 Desa Kurau Utara Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.

Terang ketua RT, Johan memang dirinya lah bersama pembakal atau kepala desa Kurau Utara yang memberi nama tersebut.

Berawal dari sulitnya mencari nama gang di Desa Kurau Utara kamudian Johan melihat hasil data warga di wilayahnya yang ternyata ada banyak janda membuat dirinya terpikir untuk memberi nama Gang janda.

"Kalau sudah namanya Gang janda, tidak mungkin lupa dan pasti mudah dicari," ujarnya kepada Banjarbaru, Sabtu (23/3/2019).

Pemberian nama Gang Janda itu sebutnya sudah terjadi sejak sekitar 20 tahun lalu saat ia sudah menjabat sebagai ketua RT.

Pada awalnya sebut Johan janda di Gang Janda ada sekitar belasan orang. Namun kini janda di Gang Janda yang tersisa sekitar delapan orang.

Janda yang ada di Gang Janda lebih banyak karena ditinggal mati oleh suami. Namun juga ada yang karena perceraian.

"Ada yang baru tiga bulan nikah sudah cerai ada juga yang janda beberapa kali dan ada juga janda yang janda karena duluan suami meninggal," terangnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved