Berita Tapin

Pemilik Warung di Tapin Disidang Gara-gara Penyewa Warungnya Berduaan dengan Tamu di Kamar

Pemilik Warung di Tapin Disidang Gara-gara Penyewa Warungnya Berduaan dengan Tamu di Kamar

Pemilik Warung di Tapin Disidang Gara-gara Penyewa Warungnya Berduaan dengan Tamu di Kamar
Dok Satsabhara Polres Tapin untuk BPost Group
Sidang tipiring kasus memfasilitasi asusila di PN Rantau, Sabtu (23/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Nahas dialami Suhaili alias Roma (59) pemilik warung di Jalan Houling Nes 17 di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, warga Desa Rumintin, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin itu dihadapkan penyidik dari Satuan Sabhara Polres Tapin karena didakwa memfasilitasi praktek asusila, Jumat (22/3/2019) petang.

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Rantau, Dian Anggraini memutus perkara Suhaili dengan putusan membayar denda sebesar Rp 300 ribu dan atau kurungan 15 hari jika tidak membayar denda.

Dian Anggraini menilai dari keterangan dua saksi yang dihadapkan penyidik Ipda Sugiyono, dari Satuan Sabhara Polres Tapin, membenarkan warung malam di itu milik Suhaili.

Baca: Sikap Tak Terduga Lia Ladysta Usai Dilaporkan Syahrini ke Polisi Soal Hubungan Sebelum Reino Barack

Baca: Tim Bulutangkis Indonesia Gagal ke Final Tong Yun Kai Cup 2019 Usai Kalah 0-3 Atas Jepang

Baca: Jelang MotoGP Argentina 2019, Bos Ducati Kesal Rahasia Ducati Terungkap, Live Trans 7

Suhaili dinilai lalai mengawasi penyewa warungnya karena saksi dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin menciduk saksi penyewa warung terdakwa berduaan dengan lelaki yang bukan suami saksi, pada 20 Maret 2019 lalu, sekitar pukul 23.00 Wita.

Dian Anggraini mengingatkan terdakwa Suhaili agar tidak lalai dalam mengawasi perilaku siapa pun orang yang menyewa warungnya.

Apabila warung milik Suhaili kedapatan petugas patroli masih memberi tempat bagi pelaku asusila, hakim Pengadilan Negeri Rantau, tidak segan memutus hukumannya yang lebih berat.

"Saya ingatkan saudara terdakwa, jangan pernah lagi bertemu saya di majelis sidang ini," kata Dian Anggraini mengingatkan terdakwa Suhaili.

Pengungkapan kasus asusila itu berawal dari patroli gabungan Satuan Sabhara Polres Tapin dan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin dalam rangka cipta kondisi menjelang pesta demokrasi Psmilu 2019 di wilayah Bumi Ruhui Rahayu.

Patroli gabungan itu menemukan warung malam yang pramusajinya perempuan bertolak yang masih melayani beberapa lelaki yang minum kopi.

Baca: Adu Postingan Syahrini dan Luna Maya Promokan Lagu, Usai Istri dan Mantan Reino Sama-sama di Swiss

Saat didekati, petugas membuka kamar di warung malam itu menemukan saksi dan lelaki yang diakui sebagai calon suami saksi. Keduanya dimintai keterangan lebih lanjut untuk diproses.

Pemilik warung diajukan sebagai terdakwa melanggar tindak pidana ringan karena diduga memfasilitasi praktek asusila dan melanggar peraturan daerah Kabupaten Tapin nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

(banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved