Berita Banjarmasin

Taman Budaya Kalsel Libatkan Lima Sanggar Seni untuk Pergelaran Sastra Ini

Taman Budaya Kalsel melaksanakan Pergelaran Sastra di Gedung Balairungsari hari ini Jumat (22/3/2019) malam.

Taman Budaya Kalsel Libatkan Lima Sanggar Seni untuk Pergelaran Sastra Ini
banjarmasinpost.co.id/frans
Taman Budaya Kalsel melaksanakan Pergelaran Sastra di Gedung Balairungsari hari ini Jumat (22/3/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Taman Budaya Kalsel melaksanakan Pergelaran Sastra di Gedung Balairungsari hari ini Jumat (22/3/2019) malam.

Pergelaran Sastra ini sendiri akan berlangsung selama dua hari yakni hingga besok Sabtu (23/3/2019) malam.

Tercatat Pergelaran Sastra ini melibatkan sebanyak lima sanggar seni yang ada di seputaran Kalsel (Kalimantan Selatan).

Lima sanggar seni tersebut, masing-masing adalah Sanggar Budaya Banjarmasin, Sanggar Bulian Anum Balangan, Sanggar Laskar Kantawan MTS Halunuk Loksado HSS, Sanggar Semesta Banjarmasin dan juga Sanggar Sesaji Banjarmasin.

Pada pergelaran di hari pertama, tercatat ada dua sanggar yang tampil yakni Sanggar Budaya Banjarmasin dan Sanggar Bulian Anum Balangan.

Baca: Ditinggal Berkebun, Dua Rumah di Desa Batuampar Piani Tapin Diamuk Api

Baca: Bekantan Ini Masuk Permukiman Kesetrum Listrik Dua Kali, Akhirnya Tak Dapat Diselamatkan

Pementasan pertama dilakukan oleh Sanggar Budaya yang menampilkan musikalisasi puisi dan membawakan tujuh puisi.

Adapun puisi yang ditampilkan berjudul Sajak Putih karya Chairil Anwar, Tak Bisa Kulupakan karya WS Rendra, Bunga Cendala karya M Irwan Aprialdy, Epitaf karya M Irwan Aprialdy, Menengadah Langit karya Adjim Arijadi, Sihir Hujan karya Sapardi Djoko Damono, dan Suatu Saat karya Adjim Arijadi.

Semua puisi tersebut dipentaskan dengan sangat apik oleh Sanggar Budaya Banjarmasin, dengan alunan musik dan vokal yang apik pula.

Sementara itu penutup pergelaran hari pertama dilakukan oleh Sanggar Bulian Anum Balangan yang mementaskan teatrikal dan juga dramatisasi puisi berjudul Jeritan Petani karya Ahmad Juliansyah.

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan bahwa kegiatan ini untuk mengeksistensikan seni sastra di Banua.

"Pergelaran ini melibatkan beberapa komunitas seni. Mereka ada yang menampilkan musikalisasi puisi dan sebagainya. Mudah-mudahan sastra di Kalsel selalu eksis, dan komunitas seni khususnya sastra bisa terus berkarya," katanya.

Pergelaran yang dihadiri oleh sekitar 80 pengunjung tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi.

"Ini menjadi momentum berharga, karena menjadi sarana seniman sastra untuk menampilkan karyanya," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved