Berita Banjarmasin

Terapi Al Fashdu Kembali Hadir di Banjarmasin, Layani Buang Darah Kotor dalam Tubuh

Terapi Al Fashdu Kembali Hadir di Banjarmasin, Layani Buang Darah Kotor dalam Tubuh

Terapi Al Fashdu Kembali Hadir di Banjarmasin, Layani Buang Darah Kotor dalam Tubuh
banjarmasinpost.co.id/salmah
Sejumlah warga tengah mengikuti pengobatan alternatif Al Fashdu di Kelenteng Hati Nurani Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengobatan alternatif terapi Al Fashdu kembali hadir di Banjarmasin. Kesempatan bagi anda yang ingin sembuh dari penyakit, dapat datang dan berobat menggunakan terapi ini.

Pengobatan ini dimulai Selasa (26/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) bertempat di Klenteng Soejie Nurani di pertigaan Jalan Piere Tendean.

Akan hadir tim pengobatan Al Fashdu yang ditangani beberapa orang. Pengobatan ini diprakarsai Atak dan Yanto di bawah bimbingan Suhu Hosien dari Klenteng Soejie Nurani.

"Terapi ini adalah untuk membuang darah kotor yang mengendap dalam tubuh, acara ini sudah pernah berlangsung di Banjarmasin sebanyak 9-10 kali, sangat disarankan bagi penderita amandel atau penderita miom," ujar Koordinator Terapi Al Fashdu, Yanto.

Baca: LIVE TVRI! Link Live Streaming Liverpool Legend Vs AC Milan Glorie di Charity Match 2019 Malam ini

Baca: Live Streaming RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam Penentu Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Baca: Jadwal Kualifikasi Piala Eropa 2020 Sabtu (23/3) Timnas Spanyol dan Italia Main, Live Supersoccer.tv

Metode penyembuhannya dijelaskan Yanto, jari tangan atau jari kaki penderita akan ditusuk jarum seperti jarum untuk mengecek darah pada umumnya, mereka tusuknya di wilayah sebab Vena disitu untuk membuang darah kotornya.

Dijelaskan pula, terapi ini bermanfaat bagi pasien yang mempunyai penyakit yang berhubungan dengan darah, kolesterol tinggi, asam urat, jika dilakukan secara rutin disertai pola makan yang teratur maka cepat sembuh.

Sebagaimana pengobatan terdahulu, ada pasien yang awalnya dipapah, kemudian dibuang darah kotor di kedua kakinya dan disuruh berdiri akhirnya bisa berjalan tiga langkah.

"Ketika ditanyakan pada pasien tersebut, mengaku tubuhnya terasa ringan dan tidur bisa lebih nyenyak," ungkap Yanto.

Secara umum, Yanto tidak menargetkan masyarakat yang datang berobat, pada Nopember 2018 lalu jumlah peserta mencapai 1.565 orang. Dia berharap masyarakat dapat datang berobat. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved