Pilpres 2019

Terungkap! Tayangan Debat Ternyata Disukai Penonton Perempuan 40 Tahun Ke Atas, Ini Faktanya

sesuai riset Nielsen Television Audience Measurement, menjangkau lebih banyak penonton perempuan berusia 40 tahun ke atas.

Terungkap! Tayangan Debat Ternyata Disukai Penonton Perempuan 40 Tahun Ke Atas, Ini Faktanya
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01, Ma’ruf Amin, bersama Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat tampil dalam Debat Cawapres Pilpres 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tayangan debat pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2019 yang telah berlangsung tiga kali, sesuai riset Nielsen Television Audience Measurement, menjangkau lebih banyak penonton perempuan berusia 40 tahun ke atas. Secara spesifik, pemirsa perempuan yang dominan itu hanya berlatar belakang kelas ekonomi menengah atas.

Executive Director, Head of Media Business di Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, Jumat (22/3/2019), di Jakarta, menjelaskan, pada penonton perempuan berusia 40-49 tahun, angka indeks saat debat I mencapai 110 persen, debat II sebesar 117 persen, dan debat III 122 persen.

Sementara pada penonton perempuan berumur lebih dari 50 tahun, persentase jumlah pemirsa saat debat I yaitu 141 persen, debat II sebesar 143 persen, dan debat III 133 persen. Pemirsa perempuan di luar kategori usia 40-49 tahun dan di atas 50 tahun mempunyai angka indeks di bawah 110 persen.

Angka indeks menunjukkan efektivitas tayangan dalam menjangkau target penonton. Semakin angka indeks di atas 100 persen berarti tayangan sangat efektif menggapai penonton.

Baca: Giliran Direktur Krakatau Steel Terjaring OTT KPK

Baca: KPK OTT Direktur PT Krakatau Steel, Uang Diduga Diberikan secara Tunai

Baca: KPK OTT Direktur PT Krakatau Steel, Diduga Terkait Kepentingan Proyek BUMN

Nielsen Television Audience Measurement di Indonesia mengukur kepemirsaan atas semua televisi nasional terhadap lebih dari 8,000 orang berusia 5 tahun ke atas di 11 kota. Kesebelas kota yang dimaksud mencakup Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin. Jumlah stasiun televisi yang diteliti saat debat sebanyak 13 stasiun.

Hellen mengklaim, Nielsen Indonesia hanya melakukan pengambilan data penelitian secara kuantitatif, lalu diolah, dan didistribusikan. Tidak ada riset kualitatif setelahnya. Oleh karenanya, dia tidak dapat menjelaskan alasan di balik paparan angka indeks kepemirsaan itu.

Untuk penonton laki-laki, secara keseluruhan kategori usia, angka indeksnya saat debat I-III yaitu 94 sampai 99 persen. Sementara angka indeks penonton perempuan semua kelompok usia pada momen debat yang sama berkisar antara 101 hingga 106 persen.

Angka indeks penonton perempuan kelas ekonomi menengah atas yaitu 100 hingga 130 persen. Rentang angka ini ditemukan saat tayangan debat pertama sampai ketiga.

Terlepas dari pengelompokkan jenis kelamin penonton, Hellen mengemukakan, share debat II mencapai 73,1 persen. Share adalah persentase jumlah target pemirsa pada satuan waktu tertentu di suatu stasiun televisi tertentu terhadap total pemirsa di semua saluran stasiun televisi. Debat kedua menampilkan Joko Widodo dan Prabowo dengan topik pembahasan energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

“Share tayangan debat II paling tinggi, jika dibandingkan debat I ataupun III. Share tayangan debat I hanya 55 persen, sedangkan share debat III yaitu 44 persen,” kata dia.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved