Pemilu 2019

Tidak Melakukan Dua Hal ini, KPU RI Tetapkan Empat Parpol di Kalsel Tidak Bisa Mengikuti Pemilu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) menetapkan empat partai politik (Parpol) di beberapa kota/kabupaten di Kalsel tidak bisa

Tidak Melakukan Dua Hal ini, KPU RI Tetapkan Empat Parpol di Kalsel Tidak Bisa Mengikuti Pemilu
BPost Cetak
BPost edisi cetak (23/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) menetapkan empat partai politik (Parpol) di beberapa kota/kabupaten di Kalsel tidak bisa mengikuti pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Empat parpol tersebut yaitu Partai Gerakan Perubahan Indonesia di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Utara (HSU), Partai Berkarya di Kabupaten HSU dan Balangan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Tanah Laut dan Balangan, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.

Pembatalan keempat parpol sebagai peserta Pemilu Anggota DPRD tingkat kabupaten/kota di Kalsel tersebut disebabkan parpol bersangkutan tidak mengajukan calon anggota DPRD dan menyampaikan laporan awal dana kampanye (LADK).

Baca: Di Persidangan Ahmad Dhani Tanyakan Status Saksi Ahli, Suami Mulan Jameela Tanya Sudah Menikah?

Baca: Cerita Ketua RT Soal Asal-usul Nama Gang Janda di Desa Kurau Utara, Bumi Makmur, Tanahlaut

Baca: Beda Postingan Syahrini dan Reino Barack Kala Berada di Swiss yang Juga Tempat Liburan Luna Maya

Baca: KNKT Sebut Pilot Ketiga Lion Air Malam Sebelum JT 610 Jatuh Sebagi Malaikat Penyelamat

Baca: Perlakuan Anang Hermansyah dan Ashanty Buat Keluarga ART Menangis di Kampung

Menurut Komisioner Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Kalsel, Dr Nur Zazin, dengan adanya pembatalan tersebut Pemilu calon anggota DPRD tingkat kabupaten/kota memiliki jumlah parpol peserta Pemilu yang lebih sedikit.

“Di Kabupaten HSU dan Kabupaten Balangan hanya 14 parpol peserta Pemilu, Kabupaten Tapin 15 parpol peserta Pemilu, Kabupaten Tanah Laut 15 parpol peserta Pemilu, Kabupaten Barito Kuala 15 parpol peserta Pemilu dan Kota Banjarmasin 15 parpol peserta Pemilu,” ujarnya.

 Komisioner Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Parmas KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah, menambahkan hal ini tidak mempengaruhi proses dan tahapan Pemilu 2019.

“Pada sisi teknis, walaupun logo parpol tersebut ada di surat suara, namun tak ada nama calon anggota legislatif yang tertera di kolom nama calon. Jadi kalau di coblos tidak ada nama dikategorikan tidak sah dan tidak dihitung sebagai suara masuk ke parpol tersebut," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved