Berita Internasional

Akibat Dua Tragedi Jatuhnya 737 Max 8 dalam 5 Bulan, Saham Boeing Anjlok 40 Miliar Dollar AS

abrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengalami bulan yang buruk. Perusahaan ini berada di situasi sulit setelah dua kecelakaan fatal

Akibat Dua Tragedi Jatuhnya 737 Max 8 dalam 5 Bulan, Saham Boeing Anjlok 40 Miliar Dollar AS
AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengalami bulan yang buruk. Perusahaan ini berada di situasi sulit setelah dua kecelakaan fatal dalam kurun waktu lima bulan yang dialami oleh pesawat 737 Max-nya.

Pesawat ini seharusnya menjadi mesin pencetak uang bagi Boeing, dan merupakan bagian penting dari armada perusahaan. Namun, saat ini seluruh armada pesawat 737 Max telah dilarang terbang. Boeing juga tengah diselidiki tim investigasi kriminal AS terkait sertifikasi dan pemasaran pesawat.

Boeing sendiri mengatakan akan ada perbaikan pada software-nya terkait dia kecelakaan yang terjadi tersebut. Kendati begitu, nampaknya permasalahan yang menimpa Boeing itu tak terlihat seperti akan berakhir.

Selain kecelakaan yang menimpa 737 Max kondisi Boeing diperparah oleh pemberitaan lainnya. Keterlambatan pengiriman proyek luar angkasa untuk NASA memicu kecaman. Dan insiden terpisah mengguncang kepercayaan militer AS pada kemampuan perusahaan untuk mengirimkan pesawat tanpa masalah.

"Apakah ada yang salah secara sistemik dengan budaya Boeing, atau ini hanya nasib buruk?" ujar Chris Higgins, seorang analis dari Morningstar seperti dikutip dari CNN, Minggu (24/3/2019).

Baca: Peringatan Tak Digubris Evi Masamba Sebelum Kabar Perceraian, Arief Hajrianto Tegaskan Tak Bahagia?

Baca: Satu Jam Sebelum Mertuanya Meninggal Dunia, Gubernur Kalsel Lakukan Ini pada Puteranya

Baca: Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam Kualifikasi Piala Asia di RCTI, Wajib Menang

"Orang luar melihat ke dalam (Boeing), sulit untuk tidak mempertanyakan apa yang salah,” sambungnya.

Akibat kejadian tersebut saham Boeing turun hampir 18 persen pada bulan ini, dan nilai saham Boeing telah merosot lebih dari 40 miliar dollar AS. Ini adalah penurunan yang langka untuk perusahaan yang telah membukukan laba banyak, dengan penjualan lebih dari 100 miliar dollar AS pada tahun lalu.

CEO Dennis Muilenburg mengatakan, dalam keterangan resminya pada pekan ini bahwa keselamatan adalah perhatian utama di Boeing.

"Memastikan perjalanan yang aman dan dapat diandalkan di pesawat kami adalah nilai yang bertahan lama dan komitmen mutlak kami untuk semua orang,” kata dia.

Muilenburg mengatakan dalam suratnya 18 Maret bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apa yang terjadi dalam kecelakaan Ethiopian Airlines.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved