Berita Batola

Bayi Naura yang Dilahirkan di Rutan Marabahan Batola Itu Diasuh Petugas dan Teman Satu Sel

Tak hanya petugas Rutan, teman-teman Isna sesama tahanan dalam satu kamar sel pun juga ikut membantu merawat bayi Naura

Bayi Naura yang Dilahirkan di Rutan Marabahan Batola Itu Diasuh Petugas dan Teman Satu Sel
Kepala Rutan Kelas B Marabahan Muhidin untuk banjarmasinpost.co.id
Naura, salah satu bayi yang dilahirkan sewaktu ibunya masih berstatus tahanan dan berada di Blok Wisma Wanita Rutan Marabahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Siapa sangka Naura bayi yang dilahirkan 27 Februari 2019 silam, adalah salah satu bayi yang dilahirkan sewaktu ibunya masih berstatus tahanan dan berada di Blok Wisma Wanita Rutan II B Marabahan.

Satu bulan sudah bayi Naura Sari berada dan tinggal sang ibu, Isnawati di Rutan Kelas II B Marabahan. Sekitar kurang lebih tujuh bulan, Isnawati sang ibu bayi mendekam di Rutan Kelas II B dan ditahan ketika masih dalam keadaan hamil karena terlibat perkara pidana Narkoba.

Dijelaskan Kepala Rutan Kelas II B Marabahan Kabupaten Batola, Moch Muhidin, Minggu (24/3/19), saat ini petugas wanita Rutan Kelas II B pun senang dan silih berganti merawat bayi Naura bilamana sang ibu ada kegiatan seperti mengikuti kegiatan senam, kegiatan keagamaan, atau kegiatan lainnya.

Menurutnya, tak hanya petugas Rutan, teman-teman Isna sesama tahanan dalam satu kamar sel pun juga ikut membantu merawat bayi Naura. Mereka mengaku senang dengan adanya bayi tersebut.

Baca: Kapolda Irjen Yazid Fanani : Laporkan Jika Ada Penembak di Atas Kuda atau Calo Penerimaan Polri

Baca: Hukuman Denda Bagi Perusak Pohon Penghijauan dI Tapin Beri Efek Jera, Ini Kata Kadis LH Tapin

Dijelaskannya, keputusan Isna untuk tetap merawat bayinya di Rutan merupakan keinginan tersendiri dari dirinya, Pihak Rutan Kelas II B sendiri sebenarnya tidak menganjurkan untuk tetap merawat bayi di Rutan.

Namun, sambung Muhidin, karena keterbatasan biaya serta tidak ada keluarga yang mampu merawat bayinya di luar sana Isna tetap bersikeras merawat bayinya,” katanya,

Ditambahkan Ka. Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Marabahan Agus Setiawan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Pasal 20 Tahun 1999 Pasal 20 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Warga Binaan Pemasyarakatan, napi perempuan memang diperbolehkan membesarkan anaknya dalam lapas/rutan sampai anak berusia dua tahun. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved