Berita Tapin

Bupati Tapin Keliling Sekolah Pimpin Upacara, ini Misi dan Pesannya

Pernikahan usia anak di Kabupaten Tapin membuat Bupati Tapin HM Arifin Arpan prihatin. Sebab masih ingusan, masih minta uang dengan orangtua

Bupati Tapin Keliling Sekolah Pimpin Upacara, ini Misi dan Pesannya
humas pemkab tapin
Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat safari pendidikan memotivasi siswa belajar jelang UNBK dan menolak menikah usia anak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pernikahan usia anak di Kabupaten Tapin membuat Bupati Tapin HM Arifin Arpan prihatin. Sebab masih ingusan, masih minta uang dengan orangtua sudah menikah.

Itu diakuinya sudah terjadi dan tidak dapat dicegah ataupun dihentikan terutama di wilayah perdesaan di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama beberapa pekan ini, Bupati Tapin HM Arifin Arpan berkeliling sekolah menjadi pembina upacara di tingkat SLTA dan SLTA se Kabupaten Tapin.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengaku hadir ditengah peserta upacara itu karena tidak memerlukan tempat ataulun ruang untuk mengumpulkan para siswa dan dewan guru.

Kemudian, pesan moral yang disampaikan langsung didengar para pelajar dan dewan guru sehingga harapannya dapat menekan angka pernikahan usia anak.

Baca: Syahrini Bantah Tuduhan Lia Ladysta, Istri Reino Barack: Tak Jadi Penyanyi Pun Bisa Melanglang Buana

Baca: Nasib Istri Baim Wong, Paula Verhoeven Nyamar Jadi Pengemis Beli Nasi 5 Ribu Tak Diberi Ayam & Minum

Baca: Mischa Chandrawinata Puji Ranty Maria, Mantan Ammar Zoni Usai Kepergok Jalan Bareng

Baca: Balasan Krisdayanti Saat Aurel Hermansyah Sebut Ashanty, Anang Hermansyah dan Azriel Love of My Life

Selain itu, kehadiran Bupati Tapin HM Arifin Arpan sekaligus menyemangati serta memotivasi anak didik peserta ujian nasional berbasis komputer untuk belajar dan meraih nilai tertinggi.

"Upacara apel pagi di halaman Kantor Bupati bisa dipimpin pak Wakil Bupati ataupun pejabat lainnya bergantian," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, belum lama ini.

Alasan terjadinya perkawinan anak usia dini, dijelaskan Bupati Tapin HM Arifin Arpan saat deklarasi Forum Anak Kabupaten Tapin, karena faktor ekonomi orangtua anak yang merasa tidak mampu membiayai sekolah anaknya hingga tingkat lanjutan.

Kemudian, karena anak tidak bersekolah, orangtuanya lantas melibatkan bekerja dengan dalih membantu usaha orangtuanya di bidang pertanian.

"Sekolah baru tamat SD menjelang SMP susah menikah. Banyak terjadi di desa-desa. Hanya saja kalau sudah terjadi jangan sampai dikeluarkan di media sosial, jangan diviralkan. Kalau punya anak kemudian bercerai tanggungjawab sendiri," ujarnya.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengaku agak keras dan tidak ingin pernikahan anak terjadi di Kabupaten Tapin, karena anak merupakan anugerah yang diamanahkan kepada para orangtua.

"Makanya anak yang baru dilahirkan, dibesarkan dengan diberikan makanan yang bergizi, kesehatan anak terjaga," katanya.

Pemerintah Kabupaten Tapin sudah menyediakan fasilitas sarana kesehatan berupa Puskesmas hingga Pusyandu untuk melayani kesehatan anak terjaga.

'Maksud Pemerintah menyiapkan sarana kesehatan dan pendidikan itu agar anak benar-benar mandiri, mampu bekerja sesuai minat dan bakat anak, mengelola sendiri dan bertanggungjawab hingga mampu menikah sendiri," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved