Tarif Ojek Online

Driver Minta Tarif Kisaran Rp 2.400 per Km, Aplikator Mengajukan Sebesar ini

PERATURAN Menteri Perhubungan No 12 tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat

Driver Minta Tarif Kisaran Rp 2.400 per Km, Aplikator Mengajukan Sebesar ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (24/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - PERATURAN Menteri Perhubungan No 12 tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat, telah diundangkan tertanggal 11 Maret 2019.

Tapi nominal tarif ojek online (ojol) tidak ditetapkan dalam undang-undang itu.

Tarif ojol bakal ditetapkan berupa Keputusan Menteri Perhubungan.

Sebelumnya, santer tersiar bahwa aplikator mengajukan angka Rp 1.600 per km.

Namun, belakangan berdasar info dari Kemenhub, aplikator minta tarif antara Rp 2.100 sampai Rp 2.000 per km.

Sedangkan dari pengemudi atau driver minta tarif kisaran Rp 2.400 per km.

Baca: Balasan Maia Estianty Ketahui Ahmad Dhani Jalan Pincang di Persidangan, Suami Mulan Jameela Sakit

Baca: Mulan Jameela Menangis Depan Ibu Ahmad Dhani Hingga Ganti Desahan Makhluk Tuhan Paling Seksi

Baca: Setelah 31 Tahun Dikubur, Jasad Kiai di Blitar Ini Masih Utuh, Warga Kaget saat Pembongkaran Makam

Baca: Berkarir di Amerika, Agnez Mo Mengaku Tak Minum Minuman Keras, Rokok dan Selalu Lakukan Ini

Dikutip dari kompas.com, Kementerian Perhubungan hingga kini belum mematok besaran tarif ojol.

Sebab, belum ada titik temu antara aplikator dan pengemudi mengenai besaran tarif tersebut.

Namun, Kemenhub telah menentukan besaran tarif yang sama untuk jarak tertentu atau flag fall.

“Jadi jauh dekat (meskipun) di bawah 5 kilometer Rp 10.000,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Kamis (21/3).

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved