Ekonomi dan Bisnis

Hasil Persilangan Nangka dan Tiwadak, UMKM Banjarmasin Ini Patok Harga Bibit Nangkadak Rp 15 Ribu

Berbagai eksperimen dilakukan oleh Awang, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Banjarmasin di bidang pertanian.

Hasil Persilangan Nangka dan Tiwadak, UMKM Banjarmasin Ini Patok Harga Bibit Nangkadak Rp 15 Ribu
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pelaku UMKM dari Koptan Sejahtera Banjarmasin menunjukkan buah nangkadak hasil persilangan yang dilakukannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagai eksperimen dilakukan oleh Awang, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Banjarmasin di bidang pertanian. Eksperimen yang dilakukannya fokus kepada bercocok tanam buah-buahan.

Dia tidak secara khusus menimba ilmu pertanian di suatu universitas, ilmu tersebut diperolehnya dari teman-temannya yang berprofesi sebagai petani.

"Ada buah nangkadak hasil persilangan nangka dan cempedak, daging buahnya tebal, rasanya seperti nangka, bijinya kecil seperti cempedak, ukurannya cukup besar. Kalau buahnya kami jual Rp 50.000, bibitnya Rp 15.000," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dikatakannya, keuntungan membudidayakan nangkadak yakni tanaman ini cepat berbuah, dalam setahun bisa tiga kali. Dan buah yang dihasilkan varietas unggul dari buah asli induknya.

Baca: Sindiran Menohok Ivan Gunawan Usai Istri Reino Barack, Syahrini Laporkan Lia Ladysta

Baca: Link Live Streaming RCTI - Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam Penentu Kualifikasi Piala Asia U-23 2020

Baca: Hari Pertama Kampanye Terbuka Pilpres 2019, Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Bakal ke Daerah Ini

Hasil budi daya bercocok tanamnya dipamerkan dalam Apindo Expo beberapa waktu lalu. Selain bibit dan buah nangkadak, ada bibit jerung madang, bibit alpukat, bibit lengkeng, bibit mangga gadung, bibit mangga impor, dan bibit durian.

"Untuk jamur itu kami jual yang sudah dipanen, Rp 25.000 seperempat kilo, bibit alpukat Rp 50.000, bibit jeruk madang Rp 15.000, bibit mangga gadung Rp 25.000, bibit mangga impor Rp 50.000, bibit lengkeng Rp 75.000, dan bibit durian Rp 35.000," paparnya.

Dalam melakukan usaha cocok tanam ini, Awang tergabung dalam Koperasi Tani dan Nelayan (Koptan) Sejahtera Banjarmasin sejak 2000. Hingga saat ini dia sudah menghasilkan omzet sebesar Rp 15 juta per bulan.

Atas prestasi dan hasil cocok tanam yang baik dan menginspirasi, Awang kerap dikirim menjadi perwakilan Banjarmasin dan Kalsel mengikuti sejumlah expo di berbagai daerah di Indonesia.

"Tahun 2004 ke Manado, 2007 ke Palembang, 2010 ke Tenggarong, 2014 ke Malang, dan 2017 ke Aceh, nanti insya Allah 2021 akan dikirim ke Padang mengikuti Pekan Nasional Tani Seluruh Indonesia (Penas)," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved