Berita Tapin

Hukuman Denda Bagi Perusak Pohon Penghijauan dI Tapin Beri Efek Jera, Ini Kata Kadis LH Tapin

Penegakan peraturan daerah yang dilaksanakan Satuan Pol PP dan Damkar Tapin terhadap pelaku yang merusak pohon penghijauan diapresiasi Dinas LH Tapin.

Hukuman Denda Bagi Perusak Pohon Penghijauan dI Tapin Beri Efek Jera, Ini Kata Kadis LH Tapin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kadis LH Tapin H Zain Arifin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penegakan peraturan daerah yang dilaksanakan Satuan Pol PP dan Damkar Kabupaten Tapin terhadap pelaku yang merusak pohon penghijauan diapresiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin.

"Bukan nilai denda. Tapi diharapkan penegakan peraturan daerah hingga ke Pengadilan Negeri Rantau itu akan memberi efek jera bagi masyarakat lainnya, bahwa pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin dilindungi," kata H Zain Arifin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Minggu (24/3/2019).

Ada prosedur yang harus dijalani masyarakat yang tidak bersedia lahannya atau pekarangan rumahnya ditanami pohon penghijauan milik Pemerintah Kabupaten Tapin.

Prosedurnya, jelas Zain Arifin harus membuat pengaduan disertai alasan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin atau melalui Pemerintah Desa.

Baca: Landscape Intan Mulai Terlihat di Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Target November 2019

Menurut Zain, sudah ada beberapa warga yang memohon pohon penghijauan dipindahkan karena menganggu jalan masuk mobil atau menganggu rumah warga karena rantingnya.

Permohonan warga itu disetujui dengan konsekwensi, warga yang menebang pohon penghijauan yang sudah besar di depan rumahnya atau halamam rumahnya mengganti bibit pohon peneduh di lokasi yang dianggap tidak mengganggu.

"Belum lama ini, ada pengurus masjid yang menebang satu pohon penghijauan disetujui dan berjanji akan menanam pohon penghijauan sebanyak enam bibit pohon yang baru," katanya.

Zain mengaku sejak 2017 lalu, pengelolaan dan perawatan pohon penghijauan di jalur hijau atau Jalan Nasional maupun Jalan Kabupaten dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin.

"Sebelumnya pohon yang rindang dan menjadi kanopi trambesi di Jalan Nasional dari Kecamatan Binuang hingga Lokpaikat itu ditanam Dinas Kehutanan sebelum beralih ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan," katanya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tapin melakukan penanaman pohon penghijauan secara tambal sulam khusus pohon yang berbunga agar indah dipandang mata.

Baca: Hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Jelang Timnas U-23 Indonesia vs Vietnam, Live Streaming RCTI

Itu untuk mengganti sejumlah pohon yang tumbang akibat angin puting beliung atau tumbang akibat diterjang mobil angkutan umum membawa kontainer mapun alat berat.

"Sesuai arahan Bupati Tapin, maka penanaman pohon di jalur hijau akan ditanami bibit pohon yang berbunga. Bukan lagi pohon trambesi tapi pohon yang berbunga yang jumlahnya 1000 bibit pohon," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved