Berita Banjarmasin

Kenali Jenis Hiu dan Pari yang Boleh Ditangkap dan Diperdagangkan, Kalau Salah Ini Akibatnya

Petugas Avsec kargo Bandara Syamsudin Noor berhasil menggagalkan penyelundupan barang yang ternyata isinya adalah Sirip Ikan Hiu, Jumat (22/3) tadi.

Kenali Jenis Hiu dan Pari yang Boleh Ditangkap dan Diperdagangkan, Kalau Salah Ini Akibatnya
Istimewa
Upaya penyeludupan siring ikan hiu berhasil digagalkan petugas Avsec Kargo Bandara Syamsudin Noor, Jumat (22/3/2019) dinihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petugas Avsec kargo Bandara Syamsudin Noor berhasil menggagalkan penyelundupan barang yang ternyata isinya adalah Sirip Ikan Hiu, Jumat (22/3) tadi.

Upaya penyeludupan siring ikan hiu berhasil digagalkan petugas Avsec Kargo Bandara Syamsudin Noor, Jumat (22/3/2019) dinihari.

Rencananya, sirip dari ikan yang dilindungi tanpa dokumen sah itu akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur melalui kargo pesawat Citilink.

Petugas Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak - Wilker Banjarmasin Andrian Saputra, S.St.Pi kepada reporter banjarmasinpost.co.id, Minggu (24/3) mengatakan perlu diketahui sebagian besar jenis hiu/pari masih boleh dimanfaatkan (ditangkap /diperdagangkan). Hanya sebagian saja yg tidak boleh, diantaranya : Jenis Pari, Pari gergaji (dilindungi penuh), Pari manta (dilindungi penuh), Pari mobula (appendiks II CITES /perdagangannya diatur secara internasional).

Baca: Sindiran Menohok Ivan Gunawan Usai Istri Reino Barack, Syahrini Laporkan Lia Ladysta

Baca: Peringatan Tak Digubris Evi Masamba Sebelum Kabar Perceraian, Arief Hajrianto Tegaskan Tak Bahagia?

Baca: Hasil Persilangan Nangka dan Tiwadak, UMKM Banjarmasin Ini Patok Harga Bibit Nangkadak Rp 15 Ribu

Jenis hiu, Hiu paus (dilindungi penuh), Hiu monyet/hiu tikus (dilarang tangkap), Hiu martil, koboi (dilarang ekspor), hiu lanjaman /falciformis (appendiks II CITES / Perdagangannya diatur secara internasio al).

"Jadi penangkapan dan pemanfaatan hiu atau pari (baik itu daging, sirip, kulit, dll) masih diperbolehkan asalkan diluar jenis jenis yang dilindungi. Dan ada aturan untuk proses lalu lintas perdagangannya. Dimana setiap produk hiu/pari ketika akan dilalulintaskan ke luar daerah wajib disertai Surat Rekendasi dari BPSPL sebagai dasar/acuan BKIPM mengeluarkan dokumen karantinanya. surat rekomendasi dr BPSPL. Karena pihak BPSPL akan memastikan apakah hiu/pari yang dikirim tersebut dilindungi atau tidak, dilarang ekspor atau tidak," katanya.

Petugas Avsec kargo Bandara Syamsudin Noor berhasil menggagalkan penyelundupan barang yang ternyata isinya adalah Sirip Ikan Hiu, pada kasus ini diterangkannya bahwa jelas bahwa pengirim tidak melengkapi dokumen karantina dan tidak melaporkan ke petugas karantina dalam artian mencoba menyelundupkan / keterangan tidak sesuai isi jadi terkena aturan undang2 karantina ikan.

Airport Security and Safety Department Head, Suriganata beberapa waktu lalu mengatakan percobaan pengiriman satu coly barang yang berisikan sirip ikan hiu yang tidak diengkapi dokumen kesehatan ikan atau tidak dilaporkan kepada petugas Balai Karantina Ikan Banjarbaru.

Suriganata menerangkan, upaya pengiriman sirip ikan hiu ini melalui jasa pengriman ekspedisi TIKI cabang Banjarbaru, dengan keterangan pada resi kemasan adalah kerupuk mentah.

Dikatakannya lagi, pengirim barang tersebut bernama PT Pemantang Abaditama (Kris) dengan alamat Jl. Banjar Permai III Banjarmasin, dengan penerima PT. Berou Karya Indah (Mr. Lhing Ing Chung) alamat Jl. Kalianak Barat Surabaya.

Lebih lanjut Suriganata mengatakan, rencananya sirip ikan hiu tersebut akan dikirim melalui cargo sekitar pukul 04.35 wita, dengan menggunakan pesawat Citilink tujuan Surabaya.

Namun sebelumnya barang-barang kiriman tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray oleh petugas Aviation Security (Avsec) kargo Bandara Syamsudin Noor. Pada saat pemeriksaan seluruh barang kiriman ekpedisi tersebut, ada satu buah kemasan yang isi barangnya terlihat tidak sesuai dengan keterangan resi barang.

Kemudian atas dasar kecurigaan tersebut petugas Avsec dan petugas karantina ikan yang sedang bertugas disaksikan oleh petugas TIKI untuk bersama-sama melihat isi barang kemasan tersebut yang ternyata isinya adalah sirip ikan hiu.

"Terhadap barang kemasan tersebut saat ini telah dilakukan penahanan di Balai Karantina Ikan Banjarbaru untuk proses lebih lanjut."tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved