Tarif Ojek Online

Setuju Keputusan Kemenhub, Pengelola Ojol Lokal Berharap Tidak Ada Hal Seperti ini

Sementara pengelola ojek online lokal, Owner Mbak Jek (Ojol khusus perempuan), M Tamami, menyambut baik flag fall di bawah 5 kilometer Rp10.000

Setuju Keputusan Kemenhub, Pengelola Ojol Lokal Berharap Tidak Ada Hal Seperti ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (24/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sementara pengelola ojek online lokal, Owner Mbak Jek (Ojol khusus perempuan), M Tamami, menyambut baik flag fall di bawah 5 kilometer Rp10.000 tersebut.

"Bagus sekali asal jangan ada promo-promo. Itu merusak tarif," ujarnya.

Tamami berharap tarif tersebut diawasi pihak terkait dan jangan sampai ada promo seperti cash back.

"Aslinya mereka sendiri sih rugi, kami tak terlalu masalah, namun hal itu merusak, misal ditetapkan Rp10.000 tarifnya jika ada promo dan sebagainya maka sia-sia saja," ujarnya.

Menurut Tamami, armada ojol yang mereka miliki terus bertambah.

Baca: Sindiran Menohok Ivan Gunawan Usai Istri Reino Barack, Syahrini Laporkan Lia Ladysta

Baca: Cara Mulan Jameela Gantikan Desahan Makhluk Tuhan Paling Seksi Hingga Tangis Depan Ibu Ahmad Dhani

Baca: Dewi Perssik Bernyanyi & Berjoget Dekat Ayahnya yang Lagi Sakit, Manjur Ayahnya Tambah Sehat

Baca: Berkarir di Amerika, Agnez Mo Mengaku Tak Minum Minuman Keras, Rokok dan Selalu Lakukan Ini

Saat ini sekitar 24 orang.

Setiap ojol diberikan pelatihan.

“Kami tak ada asal terima. Kami ada seleksi. Ini supaya pelanggan lebih percaya terhadap driver kami. Ojol kami juga selalu diawasi. Yang melanggar peraturan langsung kami berhentikan," paparnya.

Pihaknya, kata Tamami, tak memberlakukan suspend, tapi pihaknya berhentikan langsung jika melanggar ketentuan.

“Kami ingin memberikan kenyamanan terhadap pelanggan,” ujarnya.

Yahya, warga Marabahan yang sudah 2 tahun bekerja sebagai ojol, mengatakan tarif baru itu bisa memberi semangat para driver ojol.

“Bagus aja pang ada kenaikan tarif ojol, memberi semangat para driver lainnya,” ujarnya.

 Ketua Komunitas Ojek Online Paguyuban Landu City Bersaudara, Suryanto (35) atau yang akrab disapa Iyan Dayak, mengatakan tarif yang ada, Rp 2.400 per km, sudah masuk aman.

“Sekarang tergantung konsumennya. Kalau dia mau pakai ojol berarti dia mau harga yang sudah disepakati, gitu aja deh. Sekarang zamannya sudah main aplikasi," ujar warga Guntung Manggis ini.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved