B Focus Urban Life

Kawasan Industri Terus Digenjot, Penataan Kota Lebih Terbantu dan Lebih Ringan

Menurut anggota DPRD Kota Banjarmasin, Isnaini adanya raperda, maka di kota ini akan ada zonasi, pengelompokan serta cluster

Kawasan Industri Terus Digenjot, Penataan Kota Lebih Terbantu dan Lebih Ringan
BPost Cetak
BFocus edisi cetak Senin (25/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - UPAYA pemetaan kawasan industri terus digenjot Pemko Banjarmasin bersama DPRD.

Menurut anggota DPRD Kota Banjarmasin, Isnaini adanya raperda, maka di kota ini akan ada zonasi, pengelompokan serta cluster dari masing-masing peruntukan kawasan.

Dipaparkannya, Banjarmasin sebagai kota tua tentu perlu tahapan-tahapan untuk melakukan penataaan.

Seperti di kawasan Banjarmasin Selatan sudah dikenal sebagai kawasan perindustrian, meski industri kecil hingga menengah pada kenyataaannya tersebar di berbagai lokasi di Banjarmasin.

Sementara anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Bambang Yanto, menjelaskan dengan penetapan kawasan perindustrian di kota ini, maka penataan kota ini pun akan lebih terbantu dan lebih ringan.

Baca: Wijaya Saputra Bicara Nikahi Gisella Anastasia Usai Kenalan Anak Gading Marten dan Gisel, Gempita

Baca: Pujian Mischa Chandrawinata pada Ranty Maria Saat Ammar Zoni dan Irish Bella Makin Dekat Pernikahan

Baca: Perlakuan Nikita Mirzani pada Driver Ojol Disorot, Bandingkan Saat Nyinyiri Syahrini dan Ahmad Dhani

Baca: Ashanty dan Anang Hermansyah Ngemper di Bandara Turki, Sikap Aurel Hermansyah Disorot

“Dalam raperda rencana pembangunan kawasan perindustrian, maka peruntukan kawasan di kota ini akan dibagi per zona, termasuk lokasinya jenis industrinya akan ditentukan juga,” katanya.

Dipaparkannya, industri di Kota Banjarmasin itu macam-macam, seperti industri rumah tangga, sedang, menengah dan besar.

Nah ke depan, lokasi dari masing-masing jenis industri tersebut akan ditentukan.

Johansyah, anggota Fraksi PPP DPRD Kota Banjarmasin, menjelaskan raperda rencana pembangunan kawasan perindustrian harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga peruntukkan kawasan bisa lebih tepat.

Dijelaskannya, dengan adanya raperda rencana pembangunan kawasan perindustrian juga perlu memikirkan antisipasi limbah dari sejumlah industri yang sedang gencar berjalan. Ke depan, kawasan industri besar dan menengah juga jangan sampai mematikan keberadaan industri kecil.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved