Berita Tapin

Lima Pengemis asal Hulu Sungai Selatan Diamankan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin

Lima pengemis, empat perempuan, satu bocah dan satu laki-laki diamankan petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Senin (25/3/2019).

Lima Pengemis asal Hulu Sungai Selatan Diamankan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin
Humas Pemkab Tapin
Lima pengemis, empat perempuan, satu bocah dan satu laki-laki diamankan petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Senin (25/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Lima pengemis, empat perempuan, satu bocah dan satu laki-laki diamankan petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Senin (25/3/2019).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, pengungkapan kasus pelanggar Peraturan Daerah Kabupaten Tapin bernomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat itu tak sengaja.

Kelimanya kedapatan meminta uang kepada masyarakat dan konsumen yang berada di Pasar Keraton, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin.

Saat itu petugas sedang melaksanakan patroli kewilayahan melintas di titik keramaian termasuk Pasar Keraton hingga bertemu dengan kelima pengemis tersebut.

Yus Sudarmanto, penyidik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin mengatakan kelima pengemis itu hanya diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan tidak lagi mengemis atau meminta uang di wilayah Kabupaten Tapin.

Baca: VIDEO Sidang Kasus Pembunuhan Warga Kampung Arab di Pengadilan Negeri Banjarmasin Kembali Ricuh

Baca: Dicoret Simon McMenemy, Samsul Arif Kembali Latihan Bersama Barito Putera Jelang Liga 1 2019

Baca: 580 Pengawas TPS Dilantik Serentak, Ini Jam Rawan Kata Ketua Bawaslu Kabupaten Tapin

"Ini pengungkapan kasus pertama bagi para pengemis. Tapi, sekali lagi kedapatan akan langsung diproses tindak pidana ringan. Ini peringatan terakhir. Kalau datang ke Tapin tidak mengemis atau berbelanja silakan saja," katanya.

Sadiah, warga Sungai Kecil, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) paling diperhatikan penyidik karena saat mengemis membawa anaknya.

Kedapatan sekali lagi mengemis dan membawa anaknya, bakal diproses tindak pidana melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Yus Sudarmanto menduga Sadiah melibatkan dan mengeksploitasi anak kandungnya, diduga keras ingin mendapat belas kasih warga Kabupaten Tapin.

"Sekali lagi bertemu saya, ibu langsung kami limpahkan prosesnya ke Polres Tapin karena membawa anak mengemis," katanya.

Sadiah mengaku mengemis itu lakukan sejak anak pertamanya kecil hingga menikah. Anaknya yang digendongnya hasil perkawinan dengan suaminya yang kedua.

"Ini anak kandung saya dari suami sekarang. Suami sebelumnya bercerai dan membawa empat anaknya. Saya tidak menyangka ditangkap Satpol PP," katanya.

Dari kelima pengemis itu, sebagian sudah menjadi peserta program keluarga harapan atau PKH dan sebagian lagi mengaku belum pernah berurusan dengan Dinas Sosial di Kabupaten HSS. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved