Tajuk

Menit Terakhir

Bagi tim pemenangan masing-masing capres, terlihat strategi utama yang mereka lakukan guna menggaet suara massa mengambang adalah menyasar kaum muda.

Menit Terakhir
kompas.com
Ilustrasi capres-cawapres di Pilpres 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TIDAK sampai sebulan lagi, pemungutan suara Pemilu 2019 digelar: 17 April 2019. Denyut pemilihan presiden (Pilpres) lebih bergemuruh dibanding pemilu legislatif. Terlebih calonnya adalah dua “bebuyutan”, yang sudah bersaing pada Pilpres 2014 lalu: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Arus dukungan ke masang-masing calon mengalir dengan cara beragam termasuk –yang disayangkan—kampanye hitam seperti penyebaran fitnah, ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks). Suasana kerasnya persaingan sangat terasa.

Terlebih di hari-hari ini hingga masa tenang (tiga hari sebelum 17 April 2019) yang menurut penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah masa kampanya rapat terbuka umum atau kampanye akbar. Kedua kubu tentu akan saling adu strategi pamungkas guna menggenjot elektakbilitas dengan meraup dukungan pemilih.

Selain mengandalkan kampanye calon, adu strategi mengandalkan tim pemenangan, tim sukses, sukarelawan atau simpatisan, partai politik pengusung dan pendukung calon, serta caleg dari partai politik.

Mereka kian kencang menabuh genderang perang, apalagi berdasar hasil survei-survei terkini, margin atau selisih suara dukungan kedua kubu sangat ketat.

Salah satu titik perhatian dari “perang terbuka” di hari-hari akhir ini tentu memperebutkan pemilih yang masuk kategori “massa mengambang” atau belum menentukan pilihan (undecided voters). Setidaknya berdasar hasil survei terbaru Litbang Harian Kompas, yang belum menentukan pilihan sebesar 13.4 persen.

Di sinilah strategi kampanye mempunyai kedudukan sangat penting dalam proses pemilu. Kampanye menjadi instrumen penting dan efektif guna meraih dukungan massa terutama pemilih.

Bagi tim pemenangan masing-masing capres, terlihat strategi utama yang mereka lakukan guna menggaet suara massa mengambang adalah menyasar kaum muda.

Bisa dipahami karena untuk kelompok usia tua atau setengah tua, kecenderungan pilihan sudah dapat diprediksi. Sebaliknya, kalangan muda lebih rasional dan banyak belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya. Mereka biasanya baru menentukan pilihannya pada menit terakhir.

Masih ada waktu bagi kedua kubu guna memaksimalkan laju mesin politiknya. Masing-masing kubu tentu sudah memiliki pendukung loyal, sehingga konsentrasi pemenangan di hari-hari akhir ini adalah merebut suara massa mengambang. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved