Berita Tabalong

Perbaiki Jembatan Longsor, Pemkab Tabalong Gunakan Dana Perubahan

Longsor yang terjadi di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara saat ini sudah mulai bisa dilewati oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Perbaiki Jembatan Longsor, Pemkab Tabalong Gunakan Dana Perubahan
BPBD Tabalong
Kondisi Jembatan yang ambrol akibat longsor di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong pada Kamis (14/03/2019) saat ini masih tak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Longsor yang terjadi di Desa Panaan Kecamatan Bintang Ara saat ini sudah mulai bisa dilewati oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Meskipun belum bisa dilewati oleh mobil namum setidaknya warga kembali bisa mengakses daerah tersebut.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengatakan kejadian longsor diluar dugaan dan perlu penanganan yang cepat dan darurat.

"Kondisi jembatannya rusak berat perlu ada penanganan cepat, jembatan tersebut memang sudah berusia puluhan tahun," ujarnya.

Pemerintah Daerah Tabalong sempat meminta bantuan kepada PT Aya Yayanh mamun pihak perusahaan tidak bisa membantu karena kondisi yang tidak memungkinkan.

"Karena dari perusahaan tidak bisa membantu maka Pemerintah Daerah akan berupaya melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut," ujarnya.

Baca: Ekspresi Risih Suami Syahrini, Reino Barack Atas Perlakuan Incess? Lihat Wajah Mantan Luna Maya Itu

Baca: Syahrini Masih Sempat Sindir Luna Maya Kala Bulan Madu dengan Reino Barack? Gara-Gara Ini

Baca: VIDEO 286 Siswa SMKN 1 Tapin Selatan Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Hari Pertama

Pemerintah Daerah sebenarnya memiliki anggaran tidak terduga untuk bencana alam namun jelas tidak bisa digunakan seluruhnya untuk memperbaikibjembatan tersebut.

Jembatan yang rusak parah juga membutuhkan dana yang besar sehingga untuk perbaikan menunggu hingga perubahan nanti.

Anang menambahkan beberapa tahun lalu juga pernah terjadi longsor di Desa Panaan, dan memutus akses jalan mereka. Pemerintah daerah mengusulkan jntuk relokasi pemukiman warga, Dinas Sosial bersedia berupaya membangunkan pemukiman baru namun warga menolak.

"Kami dari juga tidak bisa memaksa warga untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Desa Panaan memang termasuk dari 32 desa yang berada di kawasan hutan. Dimana izin pinjam pakai dan inklabnya sedang berproses.

Yang saat ini sudah dikantongi adalah izin pinjam pakai untuk pembangunan infrastruktur dan yang lainnya untuk 32 desa masih salam proses.

Terpisah Wardi salah satu warga Kecamatan Bintang Ara mengatakan saat ini sudah cukup banyak warga yang berani melintasi jembatan tersebut. Lubang menganga ditengah telah ditopang dengan papan kayu hasil dari swadaya masyarakat.

Diketahui pada 14 Maret 2019 lalu terjadi longsor pada jembatan yang merupakan jalur utama bagi warga untuk menuju pusat desa Panaan dimana terdapat kantor desa dan Puskesmas Panaan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved