Mereka Bicara

PPDB Online SMP di Kota Banjarmasin, Sebaiknya Setiap Rombel Diturunkan dari 32 Jadi 25 Siswa

Alangkah bijaknya untuk tahun depan PPDB Online nya untuk SMP agar setiap rombel dari 32 siswa diturunkan aja jadi 25 siswa.

PPDB Online SMP di Kota Banjarmasin, Sebaiknya Setiap Rombel Diturunkan dari 32 Jadi 25 Siswa
banjarmasinpost.co.id/murhan
Wali Kota Banjarmasin saat memantau PPDB Online tingkat SMP di SMPN 4 Banjarmasin 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepada Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Alangkah bijaknya untuk tahun depan PPDB Online nya untuk SMP agar setiap rombel dari 32 siswa diturunkan aja jadi 25 siswa agar tidak terulang lagi banyaknya sekolah negeri di daerah pinggiran maupun swasta yang kekurangan siswa baru.

Kejadian ini selalu terulang tiap tahun sebagai bukti yang tidak bisa dibantah berlebihnya sekolah SMP di Banjarmasin. 087874335238

TANGGAPAN:
BERDASAR Permendikbud No.23 tahun 2013 tentang perubahan Permendikbud No 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar di kabupaten/kota, yang pada pasal 2 ayat 1 dijelaskan bahwa penyelenggaraan pelayanan pendidikan dasar harus sesuai SPM pendidikan yang merupakan kewenangan pemerintah kota/kabupaten.

Pada ayat 2 dirumuskan pada point a.2 bahwa jumlah peserta didik dalam setiap rombel untuk SD/MI tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP/MTS tidak melebihi 36 orang.

Berdasar ketentuan tersebut, Angka Partisipasi Kasar (APK) serta angka kelulusan SD/MI di Provinsi Kalimantan Selatan yang begitu tinggi, maka rombel untuk SMP masih wajar normal dan masih sesuai SPM di angka 32 - 36 siswa per rombel. Sehingga apabila rombel untuk tingkat SMP dikurangi akan berakibat banyak lulusan SD/MI yang tidak tertampung.

Menurut data jumlah lulusan kurang lebih 11 ribu siswa lulusan SD, sementara daya tampung semua SMP negeri itu hanya kurang lebih hampir 7 ribu siswa. Berarti masih banyak yang bisa tersalur ke SMP pinggiran.

Karena itu mungkin saja dari pihak masyarakat masih kurang memahami tentang zonasi, sehingga masih ada penumpukan pendaftar di beberapa sekolah saja yang ternyata masih banyak yang tidak diterima disebabkan kurangnya memahami tentang mendaftarkan anaknya ke jarak paling dekat, jauh lebih menguntungkan.

Sehingga tidak terlalu berpengaruh dengan jumlah 32 - 36 siswa per kelas, karena masih banyak yang tidak diterima di sekolah yang dianggap favorit oleh masyarakat terdekatnya, bukan karena daya tampung per kelas.

Perlu diketahui, jumlah yang masih belum diterima itu kurang kebih 2 ribu siswa. Kalau dari 2 ribu itu, seribu orang saja mau ke SMP di daerah pinggiran kota atau yang belum terpenuhi kuotanya masih bisa menampung. Karena itu diperlukan pemahaman pentingnya mendaftar sesuai jarak domisili. Demikian tanggapan kami dan terima kasih atas perhatiannya.

Sahnan
 (BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho)

SAHNAN SPD MPD
Kabid Bina SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved