Ekonomi dan Bisnis

Selain Tingkatkan Omzet dan Mobile, ini Alasan Pengusaha Kuliner Banua Rambah Food Truck

Dalam berbagai event, misalnya pada Millennial Road Safety Festival 2019 yang berlangsung di Banjarbaru beberapa waktu lalu

Selain Tingkatkan Omzet dan Mobile, ini Alasan Pengusaha Kuliner Banua Rambah Food Truck
Istimewa/Adrian Oemar
Kuliner Herbal Chicken Banjarbaru dalam konsep food truck. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam berbagai event, misalnya pada Millennial Road Safety Festival 2019 yang berlangsung di Banjarbaru beberapa waktu lalu, para peserta dan pengunjung disuguhkan beragam kuliner yang dijual di mobil, atau yang dikenal dengan food truck.

Food truck didesain menjadi outlet terbuka yang menyediakan satu atau lebih jenis makanan.

Seperti halnya yang dijalankan Adrian Oemar, Owner Herbal Chicken Banjarbaru.

Mulanya dia sudah memiliki outlet, dan ingin menambah cabang, namun lantaran sewa outlet cukup mahal sehingga dia memilih untuk mencari konsep lain yang lebih terjangkau.

Baca: VIDEO - SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming MNC TV Timnas Indonesia vs Myanmar, Riko & Lilipaly

Baca: LIVE STREAMING MNC TV Timnas Indonesia vs Myanmar, Link Live Streaming MNCTV FIFA Matchday di Sini

Baca: Beda Sikap Ayu Ting Ting & Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Saat Hadiri 7 Bulanan Bayi Ruben Onsu

Baca: Kejutan Cut Tari Saat Ariel NOAH dan Luna Maya Bertemu Satu Frame, Jawab Soal Kabar Pernikahan

Baca: Resmi! Ini Besaran Tarif Ojek Online yang Berlaku Mulai 1 Mei 2019, Dibagi Tiga Zona, Ini Daftarnya

Baca: Syahrini Sering Kena Nyinyir, Agen Jet Pribadi Ingin Datangi Hotman Paris demi Klarifikasi

"Muncullah konsep food truck yang bisa mobile, resmi beroperasi sejak 2017 lalu. Konsepnya disesuaikan dengan kuliner yang dijual, karena kami ayam dan burger jadi disesuaikan untuk keperluan itu," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (25/3/2019).

Dalam menunjang usahanya, dalam mobil yang didesain itu ditambah fasilitas kompor dan wastafel serta ada meja yang menyatu dengan mobil, dan sejumlah kursi bagi yang ingin dine in, namun diakuinya konsumen kebanyakan take away.

Diakuinya tidak ada tempat nongkrong khusus, dia kerap mengoperasikan food truck saat ada event, pada acara Millennial Safety Road lalu sebanyak 500 porsi laku terjual.

"Segmentasinya memang menyasar millennial, namun banyak juga para orangtua yang membeli kuliner kami, buat mereka sendiri atau membelikan anaknya. Harga ayam paket di tempat kami mulai Rp 20.000-36.000, burger seharga Rp 17.000," paparnya.

Food truck beroperasi mulai sore sekitar pukul 16.00 hingga malam hari. Keberadaan food truck diakuinya untuk membantu meningkatkan omzet di outlet apabila mulai menurun.

Namun saat ini omzet di food truck mencapai Rp 30-40 juta per bulan, melebih dari omzet di outlet, omzet secara harian pun food truck lebih menjanjikan.

"Di Kalsel sudah lumayan banyak food truck, namun baru beberapa yang aktif, suatu saat kami ingin ada lahan kosong buat nongkrong bareng di situ, dan juga tentu ada penyewaan listrik artinya harus dekat dengan ruko, karena jika menggunakan genset cukup mahal biayanya," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved