Berita Nasional

Penjelasan BNPB & BMKG Soal Fenomena Alam Equinox, Sutopo : Lebih Panas Lihat Mantan

Penjelasan BNPB & BMKG Soal Fenomena Alam Equinox, Sutopo : Lebih Panas Lihat Mantan

Penjelasan BNPB & BMKG Soal Fenomena Alam Equinox, Sutopo : Lebih Panas Lihat Mantan
BMKG
Suhu udara maksimum di Indonesia pada 17-18 Maret 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PenJelasan BNPB & BMKG Soal Fenomena Alam Equinox, Sutopo : Lebih Panas Lihat Mantan 

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho menyoroti fenomena alam equinox yang kini terjadi. 

"Mengapa sinar matahari terasa terik? Ini karena adanya equinox yaitu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung 2x dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September," tulis Sutopo Purwo Nugroho‏ di akun Twitter @Sutopo_PN, Selasa (26/3/2019).

"Jadi wajar kan akhir Maret gini terasa lebih panas," imbuhnya, sambil membagikan foto bayangan dirinya di bawah terik matahari.

Baca: Kelakuan Mulan Jameela Saat Ahmad Dhani Sakit, Al Ghazali Bongkar Kondisi Eks Suami Maia Estianty

Baca: Ustadz Abdul Somad Diberi Fortuner Jika Poligami, Ini Cara UAS Hilangkan Sedih Ditinggal Ibunya

Baca: Jadwal Debat Keempat Pilpres 2019, Capres Jokowi vs Prabowo Subianto, Live Metro TV, SCTV & Indosiar

Baca: Dua Aktor Laga Indonesia Beradu Akting dengan Keanu Reeves, ini Karakter yang Diperankan

Sutopo Purwo Nugroho lantas mengaitkan fenomena equinox dengan panasnya hati saat melihat mantan jalan bergandengan bersama pacar barunya.

"Panasnya equinox tak seberapa dibandingkan panas hati melihat mantan jalan bergandengan bersama pacar barunya. Ditambahkan kamu masih jomblo. Wuih panas deh! Mau equinox, mau kulminasi.... hati pasti panas membawa hehe," tulisnya.

Kemarin,  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan adanya fenomena Equinox yang menyebabkan peningkatan suhu ekstrem berakibat sun stroke dan dehidrasi, sehingga perlu diluruskan.

Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan, equinox adalah salah satu fenomena astronomi, di mana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September.

Prabowo menjelaskan, saat fenomena ini berlangsung, matahari dengan bumi memiliki jarak paling dekat.

Konsekuensinya, wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved