Berita Banjarmasin

Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Tradisional, Sartono Sudah Enam Kali Berobat

Setiap ada pengobatan Al Fashdu di Klenteng Soejie Nurani di simpang tiga Jalan Piere Tendean Banjarmasin, Sartono menyempatkan diri mendatanginya.

Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Tradisional, Sartono Sudah Enam Kali Berobat
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Masyarakat mengikuti pengobatan Al Fashdu di Klenteng Piere Tendean. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap ada pengobatan Al Fashdu di Klenteng Soejie Nurani di simpang tiga Jalan Piere Tendean Banjarmasin, Sartono menyempatkan diri mendatanginya.

"Saya rutin datang dan hari ini keenam kalinya mengikuti pengobatan Al Fashdu. Setelah ikut pengobatan alternatif ini badan terasa enak dan lebih 'ringan," kata Sartono, Selasa (26/3/2019).

Dijelaskan dia, pengobatannya cukup sederhana, mengeluarkan darah kotor dengan jarum.

"Pengobatannya hanya lima menit dan dari darah kelihatan mengental. Ada yang warna hitam ada kolestrol atau penyakit asam urat," papar guru SMK Negeri 5 Banjarmasin ini.

Tak hanya PNS dan guru yang mengikuti pengobatan Al Fashdu ini, ada juga karyawan Perbankan, anggota Polri serta warga biasa.

Baca: Penyebab Nagita Slavina Ingin Berpisah dari Raffi Ahmad dalam Kisah Masa Lalu Diungkap ke Dimas Beck

Baca: Pemesan Vanessa Angel, Rian Subroto Ternyata Bujangan, Terungkap di Sidang Kasus Prostitusi Artis

Baca: Adu Unggul Via Vallen dan Nella Kharisma yang Sama-sama Penyanyi Dangdut Top, Cek Buktinya

Baca: Kelakuan Mulan Jameela Saat Ahmad Dhani Sakit, Al Ghazali Bongkar Kondisi Eks Suami Maia Estianty

"Kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk melakukan pengobatan alternatif," timpal Muhyan, anggota kepolisian yang ikut berobat.

Ketua Panitia Pelaksana, Yanto dan Atak mengatakan, Al Fashdu ini sudah 10 kali dilaksanakan di klenteng.

Kali ini pengobatannya dilaksanakan selama tiga hari, 26-28 Maret 2019.

"Antusias masyarakat berobat cukup besar. Setiap hari, tidak kurang 300 orang lebih yang berobat. Diperkirakan yang berobat lebih 1.000 orang," kata Yanto.

Dia mencontohkan di bulan November 2018 lalu, sebanyak 1.565 orang berobat ke sini.

Begitu tingginya animo masyarakat datang, sehingga dilaksanakan tiga bulan sekali.

Menurut Yanto, pihaknya mendatangkan H Rodjikhi bin kusen, ahli pengobatan tradisional ini dari Banten.

"Saya ketemu H Rodjikhi ini sewaktu berobat di Bali. Ternyata usai dikeluarkan darah, saya yang ada penyakit kolestrol berkurang,' katanya.

Sejak itulah, lanjut Yanto, dirinya bersama Atak mengajak H Rjodjikhi datang ke kota ini, melakukan pengobatan tradisional supaya bisa membantu masyarakat Banjarmasin. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved