Berita Tanahlaut

Anjing Liar Ngamuk Serbu Warga, Wajah Nenek Ini Dicabik dan Harus Dirawat di Rumah Sakit Tanahlaut

Warga Dusun Karang Anyar Desa Damit Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanahlaut heboh dengan ulah kawanan anjing tak berpemilik

Anjing Liar Ngamuk Serbu Warga, Wajah Nenek Ini Dicabik dan Harus Dirawat di Rumah Sakit Tanahlaut
Hanafi Relawan Tanahlaut
Nenek Pati yang luka robek di pipi dan tangan karena anjing liar ngamuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Dusun Karang Anyar Desa Damit Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanahlaut heboh dengan ulah kawanan anjing tak berpemilik. Pasalnya kawanan anjing ini masuk ke pemukiman warga dan membunuh ternak warga.

Tak sampai di situ, Selasa (27/3/2019) kemarin kawanan anjing masuk rumah warga dan menggigit warga yang sedang istirahat di rumah.

Tak tanggung-tanggung ada dua orang warga yang digigit anjing dan terpaksa dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Dua korban diketahui yaitu nenek Pati (50) dan Agus (32). Bahkan wajah nenek Pati mengalami luka robek akibat cabikan kuku anjing liar.

Baca: Banyak Warga HST Mengaku Membuktikan Keampuhan Bunga Kitolod, Katanya Tak Ada Efek Samping, Kecuali

Baca: Perlakuan Azriel Hermansyah ke Kellen Lemos, Anak Bungsu Krisdayanti, Putra Anang Hermansyah Begini

Baca: Ziarah Kubro Susur Sungai Dikemas Dalam Festival Basirih, Ini Penjelasan Habib Fathurrachman

Tidak hanya sampai disitu, tangan nenek Pati juga mengalami luka serius. Sedangkan Agus hanya menderita luka di tangan.

Salah satu anggota Relawan Remaja Tanahlaut (R2T) yang juga warga sekitar, Hanafi kepada Banjarmasinpost.co.id mengatakan sudah ada petugas Dinkes yang datang. Selain itu warga juga sudah berhasil menembak satu ekor anjing liar.

"Tapi kata warga masih ada delapan anjing liar lagi yang belum tertangkap, karena biasanya jumlahnya sembilan," sebutnya.

Biasanya anjing liar tergolong aman, karena tak mengganggu warga. Namun setelah anjing liar mulai memakan kucing dan angsa kemudian membunuh sapi, anjing pun mulai liar dan tak terkendali.

Hanafi berharap delapan anjing liar lain bisa segera didapatkan dan diberi vaksin atau ditembak mati karena sudah sangat meresahkan warga.

Sementara Plt Kadinkes Tanahlaut Antonius Jaka mengatakan saat ini belum mendapatkan laporan.
"Nanti saya tanya dulu ya," sebutnya.

Senada dengan Dinkes, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut, Suharyo mengatakan juga belum mendapatkan laporan.

"Saya masih di TMMD nanti saya cek dulu, kalau memang ada nanti saya juga akan ke lokasi kejadian gigitan langsung," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved