Berita Kesehatan

Di 22 Negara, Karyawan Perempuan Merasa Lebih Stres dibandingkan Pria, Kenapa Ya?

Khusus di Indonesia, survei tersebut mengungkapkan perempuan bekerja yang merasa stres dibandingkan pria bekerja.

Di 22 Negara, Karyawan Perempuan Merasa Lebih Stres dibandingkan Pria, Kenapa Ya?
shutterstock
ilustrasi 

Khusus di Indonesia, survei mengungkapkan perempuan bekerja yang merasa stres dibandingkan pria bekerja. Persentasenya yakni 84 persen berbanding 76 persen.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perusahaan penyedia jasa kesehatan Cigna Corporation baru saja merilis hasil survei global Skor Kesejahteraan 360° pada Selasa (26/3/2019).

Selain mengungkap persepsi kesejahteraan, survei tersebut juga memotret sejumlah hal. Di antaranya yakni tingkat stres pekerja di 22 negara yang disurvei, termasuk di Indonesia.

Khusus di Indonesia, survei tersebut mengungkapkan perempuan bekerja yang merasa stres dibandingkan pria bekerja. Persentasenya yakni 84 persen berbanding 76 persen.

“Meskipun pria masih dianggap sebagai pencari nafkah utama, perempuan pekerja merasa mereka tetap harus berkontribusi terhadap keuangan keluarga,” ujar Direktur HR Cigna Indonesia Nefo Luhur Dradjati dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca: Menejutkan! Conor McGregor Tiba-tiba Pensiun, Presiden UFC: Saya Tidak Cemas Soal Pemain Pensiun

Survei itu mengungkapkan faktor yang membuat perempuan stres yakni tekanan pekerjaan (29 persen(, memikirkan kondisi keuangan pribadi (13 persen), dan memikirkan keuangan keluarga (10 persen).

Masih menurut survei, hanya 1 dari 3 responden perempuan yang merasa percaya diri akan kondisi keuangan mereka.

Selain itu, mayoritas responden perempuan di Indonesia juga merasa bahwa program kesejahteraan karyawan hanya untuk memberikan manfaat secara umum, tidak dikhususkan kepada kebutuhan perempuan pekerja.

Baca: Hasil Kualifikasi Euro 2020, Italia Pesta Gol ke Gawang Liechtenstein & Spanyol Gilas Malta 2-0

Oleh karena itu, responden perempuan berharap agar kantor tempat mereka bekerja dapat mengadakan program kesejahteraan yang dikhususkan kepada perempuan.

Untuk mengatasi stres, mayoritas responden pekerja perempuan, baik yang masih lajang, menikah maupun memiliki anak, berharap dapat mengambil lebih banyak cuti.

Baca: Foto Mesra Anaknya Peluk Cewek Jadi Viral, Ibu Mohamed Salah Berucap Tentang Perceraian

Sementara itu, praktisi kesehatan Sonia Wibisono mengatakan, untuk menghilangkan stres dan merasakan kebahagiaan, maka para perempuan bekerja perlu kembali pada diri sendiri.

“Bahagia berasal dari kita sendiri, bukan dari orang lain. Caranya mensyukuri apa yang kita punya,” kata dia.

Survei global tersebut dilakukan awal 2019 terhadap 13.200 responden. Kesejahteraan mengacu pada lima pilar utama yakni fisik, keluarga, sosial, keuangan, dan pekerjaan.

Survei Skor Kesejahteraan 360° dilakukan Cigna tiap tahun. Tahun ini merupakan survei kelima survei tersebut digelar.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved