Berita Kabupaten Banjar

Harga Cabai Turun, Petani di Banjar Menyikapinya Seperti ini

Kalangan petani cabai (lombok) di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini mulai panen raya.

Harga Cabai Turun, Petani di Banjar Menyikapinya Seperti ini
HELNAWATI UNTUK BPOST GROUP
Kebun cabai milik Imuh di Desa Tiwinganbaru sejak dua pekan lalu panen raya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kalangan petani cabai (lombok) di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini mulai panen raya.

Namun sayang harga jualnya tak menggiurkan.

Meski begitu tak semua petani menggerutu.

Ada juga yang lapang hati karena menyadari hukum ekonomi memang selalu mengintai dalam tiap usaha.

Harga jual selalu berpotensi menurun ketika supply (pasokan) melampaui demand (permintaan).

Muhammad Asmuni, misalnya.

Bagi petani cabai di Desa Tiwinganbaru ini, naik turunnya harga jual panenan lazim terjadi sejak dulu.

"Harga jual cabai kadang memang turun, kadang juga naik. Sudah biasa seperti itu. Saat ini kebetulan sedang turun," sebutnya, Rabu (27/03/2019).

Harga per kilogram cabai jenis tiung, bebernya, saat ini hanya Rp 20 ribu.

Pekan lalu masih tembus Rp 23 ribu.

Halaman
1234
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved