Berita HSS

NEWSVIDEO : Warga Binaan Rutan Kandangan Bersihkan Masjid Istiqamah

Sejak pukul 09.30 wita hingga pukul 11.00 wita, warga binaan berkaos merah putih pun terlihat bersemangat, meski keringat deras bercucuran.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sebanyak 15 warga binaan rumah tahanan (Rutan) Negara Kelas 2 B Kandangan, bersama 15 orang petugas Rutan yang mendampingi mereka melaksanakan aksi gotong royong bersih-bersih di tempat ibadah, yaitu Masjid Istiqamah, Jalan Panglima Batur, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu (27/3/23019).

Bersih-bersih tempat ibadah tersebut, dalam rangkaian HUT Dharma Bakti Pemasyarakatan ke 55.

Kegiatan melibatkan warga binaan yang tergabung Bakti Merah Putih terdiri terpidana berbagai kasus tindak pidana tersebut meliputi , pemungutan sampah di sekitar masjid, menyapu halaman masjid, mengelap kaca jendela, mengepel lantai teras hingga mengecat bagian bangunan yang sudah terlihat kusam serta mencabuti rumput liar di sekitar saluran air dekat masjid.

Sejak pukul 09.30 wita hingga pukul 11.00 wita, warga binaan berkaos merah putih pun terlihat bersemangat mengerjakan pekerjaan tersebut, meski keringat deras bercucuran.

Baca: Pulau Lari-larian Masuk Wilayah Kalsel, Tapi Dikelola Pusat, Hasilnya 50:50 dengan Sulbar

Surinadi, warga binaan asal Desa Kaliring, Padang Batung HSS menyatakan sangat senang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ini pertama kalinya mereka diajak beraktivitas di luar lingkungan Rutan. "Senang bisa diajak aktivitas di luar terus diajak ikut berbuat sesuatu (bersih-bersih) di masjid ini. Semoga ada manfaatnya bagi masyarakat khususnya bagi masjid ini,"kata Surinadi yang tinggal dua bulan lagi menjalani masa hukumannya.

Sementara, Kepala Rutan Kandangan, Jeremia Leonta didampingi Kasubbag Pelayanan Tahanan, Lisna Kartikasari menjelaskan, kegiatan tersebut serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Warga Binaan yang terpilih sebagai tim Bakti Merah Putih adalah 15 terpidana yang minimal telah menjalani sepertiga masa hukuman berdasarkan vonis pengadilan.

"Mereka warga binaan yang sudah terdidik dan bisa dipercaya dan telah menjalani program asimilasi hingga dinyatakan memenuhi syarat oleh tim pengamat pemasyarakatan (TPP) berdasarkan hasil sidang. Jadi berdasarkan hasil pengamatan TPP mereka memenuhi syarat aktifitas di luar, namun tetap dalam pengawalan dan pengawasan," kata Jeremia.(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved