Berita Tanahlaut

Usai Lukai Wajah Warga, Otak Anjing Liar Bakal Dibedah, Takut Ditemukan Penyakit Mematikan Ini

Anjing liar yang menghebohkan warga Damit Dusun Karang Anyar Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan kini sudah ditangani tim Kesehatan Hewan

Usai Lukai Wajah Warga, Otak Anjing Liar Bakal Dibedah, Takut Ditemukan Penyakit Mematikan Ini
Hanafi Relawan Tanahlaut
Nenek Pati yang luka robek di pipi dan tangan karena anjing liar ngamuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Anjing liar yang menghebohkan warga Damit Dusun Karang Anyar Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan kini sudah ditangani tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut.

Terang Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut, Suharyo timnya sudah mengantongi kepala anjing yang menggigit warga.

"Sudah ditangan tim kepala anjingnya, nanti akan dibawa untuk diuji apakah anjing positif rabies atau tidak," sebutnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (27/3/2019).

Kepala anjing akan dibawa untuk diuji laboratorium dengan cara diambil otaknya.

Suharyo mengatakan juga hanya ada satu anjing yang menggigit warga.

Baca: Anjing Liar Ngamuk Serbu Warga, Wajah Nenek Ini Dicabik dan Harus Dirawat di Rumah Sakit Tanahlaut

Baca: Banyak Warga HST Mengaku Membuktikan Keampuhan Bunga Kitolod, Katanya Tak Ada Efek Samping, Kecuali

Baca: Ziarah Kubro Susur Sungai Dikemas Dalam Festival Basirih, Ini Penjelasan Habib Fathurrachman

Sementara kawanan anjing liar lain sebutnya sulit didapatkan karena daerah Dusun Karang Anyar berada di daerah perbatasan Kabupaten Tanahlaut.

"Sebelahnya kan hutan, jadi wajar banyak anjing liar nanti kita tunggu hasilnya dulu apakah positif rabies atau tidak," sebutnya.

Seperti diketahui sebelumnya ada dua warga Dusun Karang Anyar Desa Damit yang digigit anjing liar yang masuk ke rumah warga, Selasa (26/3/2019).

Dua korban diketahui yaitu nenek Pati (50) dan Agus (32). Nenek Pati harus menderita luka robek di pipi dan tangan. Sedangkan Agus hanya menderita luka di tangan. Keduanya terpaksa dirawat ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Menurut situs www.depkes.go.id, Rabies adalah penyakit paling mematikan di dunia dengan tingkat kematian 99,9 persen setelah gejala klinis muncul.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved