Berita Tanahlaut

Anjing Liar yang Gigit Dua Warga Tanahlaut Positif Rabies, Korban Dirawat di RSUD Boejasin Pelaihari

Anjing liar yang menggigit dua orang warga Damit Dusun Karang Anyar Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan akhirnya dipastikan positif rabies.

Anjing Liar yang Gigit Dua Warga Tanahlaut Positif Rabies, Korban Dirawat di RSUD Boejasin Pelaihari
Hanafi Relawan Tanahlaut
Nenek Pati yang luka robek di pipi dan tangan karena anjing liar dirawat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Anjing liar yang menggigit dua orang warga Damit Dusun Karang Anyar Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan akhirnya dipastikan positif rabies.

Hasil itu diketahui usai dilakukan uji laboratorium di Balai Veterineer Banjarbaru dengan cara membedah otak anjing yang sudah ditangkap oleh warga.

"Iya hasilnya positif rabies," ujar Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut, Suharyo kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (30/3/2019).

Perlakuan bagi warga yang terkena gigitan sebutnya sudah ditangani oleh RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Sementara untuk anjing yang menggigit sudah ditembak mati dan kepalanya diuji laboratorium.

Saat ini sebut Suharyo sudah ada pengejaran anjing liar lain di Dusun Karang Anyar Desa Damit Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanahlaut. Sudah bertambah satu anjing liar lain yang ditembak mati warga bersama kepolisian.

Baca: Sabtu dan Minggu Warga Kota Banjarmasin Tetap Bisa Bikin KTP Elektronik, Datangi Dua Lokasi Ini

Baca: Bakantan Jantan Yang Diamankan Warga di Candi Laras Utara (CLU) Dijemput Polhut BKSDA Kalsel

Baca: Sesaat Lagi Debat Keempat Pilpres Live Metro TV, SCTV, Indosiar, Jokowi & Prabowo Harus Sesuai Tema

"Sudah polisi siaga di sana dan mencari anjing liar lain, jadi diperkirakan dari sembilan anjing liar di Desa Damit sudah dua yang tertangkap, dan sisanya kalau memang juga positif rabies, anjingnya juga akan mati dengan sendirinya maksimal dalam seminggu," jelasnya.

Sementara bagi korban gigitan anjing rabies diharuskan menjalani perawatan hingga 21 hari pemberian suntikan. Jika anjing tidak positif rabies maka hanya menjalani perawatan suntik hingga 14 hari ke depan.

Pihaknya ujarnya juga sudah memberikan vaksin kepada anjing milik warga. Sementara anjing liar diberantas oleh pihak kepolisian.

Ditanya terkait eliminasi, memang ujar Suharyo sudah dilakukan yaitu dengan cara pemberian racun striknin namun karena anjing liar berada di hutan menyebabkan anjing sulit didapat dan tidak memakan racun.

"Yang penting warga hati-hati melihat dan menemukan anjing yang ganas, bisa menggigit binatang lain, lidahnya menjulur dan ludahnya menetes, dan ciri utama lagi ekornya dijepit disela-sela kedua kaki di bagian belakang," jelasnya.

Baca: Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Mulai Berburu Bomber dari Indonesia Timur

Baca: SMAN 1 Pulau Sembilan, Pinjam Ruangan SMPN untuk UNBK Karena Tak Ada Jaringan Internet

Baca: Live Streaming Indosiar Debat Capres Keempat Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, KPU Perketat Segmen Ini

Sementara Plt Kadinkes Tanahlaut Antonius Jaka mengatakan memang ada tiga kali suntikan yang harus diberikan kepada pasien tekena gigitan anjing rabies. Pertama usai digigit, kedua di hari ke 14, dan ketiga di hari ke 21.

"Kita juga sudah menerima laporan bahwa anjing yang menggigit warga positif rabies jadi perawatannya juga harus penanganan lebih lama," sebutnya.

Ia juga meminta agar warga yang kena gigitan hewan pembawa rabies yaitu anjing, kucing, dan kera bisa langsung memeriksakan diri ke layanan kesehatan yaitu dengan langsung diberikan suntik.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved