Tajuk

Perhatian untuk Pulau Terluar

JELANG hari pencoblosan pemilihan umum biasanya Pulau Sembilan mendapat perhatian banyak pihak di Kalimantan Selatan

Perhatian untuk Pulau Terluar
Istimewa
Pulau Matasirih merupakan salah satu pulau berpenghuni di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - JELANG hari pencoblosan pemilihan umum biasanya Pulau Sembilan mendapat perhatian banyak pihak di Kalimantan Selatan. Maklum pulau di Kabupaten Kotabaru ini merupakan lokasi paling jauh dan paling sulit dijangkau Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pulau Sembilan pun menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan pemilihan. Jika surat suara sampai ke kecamatan tersebut, berarti surat suara untuk daerah lainnya pasti sampai.

Pulau Sembilan dan pulau-pulau terluar di Kalsel lainnya memang kerap hanya mendapat perhatian pemerintah kalau ada perlunya. Setelahnya terabaikan.

Saat warga daerah lainnya dengan mudah berkomunikasi, warga Desa Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan masih harus bersusah payah mencari sinyal telepon seluler. Mereka harus mencari naik bukit yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman agar mendapatkan sinyal. Itu pun bisa hilang terbawa angin.

Perhatian baru diberikan bila ada potensi ekonomi. Ini seperti yang terjadi pada Pulau Samber Gelap. Saat banyak wisatawan berkunjung ke sana, pemerintah baru terbangun untuk memperhatikannya. Namun perhatian itu agak telat karena pulau itu telah diklaim pihak lain.

Demikian pula dengan Pulau Larilarian yang sebelumnya dengan susah payah diperjuangkan agar tetap berada di wilayah Kalsel. Soalnya sebelumnya, pulau itu juga diklaim Sulawesi Barat. Setelah ditetapkan sebagai wilayah Kalsel, tidak terlihat ada gerakan yang signifikan untuk menandai pulau itu milik Kalsel.

Pemerintah masih berkutat pada cara mendapatkan pembagian hasil minyak dan gas. Padahal secara sederhana, untuk mengklaim sebuah wilayah diperlukan patok. Selanjutnya diduduki lalu dibangun rumah.

Tidak perlu mengharapkan sesuatu yang besar dulu. Berdasar kesaksian banyak pengunjung, pulau itu terbilang indah. Sama dengan Samber Gelap, pulau itu berpontensi dijadikan tempat wisata.

Jangan sampai pemerintah daerah terlambat bangun lagi, termasuk terhadap ratusan pulau kecil di wilayah terluar Kalsel. Apalagi baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan menemukan 19 pulau baru. Segera teliti, beri nama dan kelola.

Jika pemerintah daerah tidak memiliki dana untuk mengelolanya, ajak swasta. Jadikan objek wisata. Tentunya perkembangan di sana akan berdampak pada masyarakatnya. Warga Desa Maradapan pun tak perlu lagi susah-susah mencari sinyal ponsel. Mereka pun tak merasa mendapat perhatian menjelang pemilu saja. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved