Ekonomi dan Bisnis

Seminar Nasional Kefarmasian 2019, UMB Kembangkan Konsep Pengobatan Herbal

Ilmu Kefarmasian mengalami perkembangan cukup pesat dari tahun ke tahun.

Seminar Nasional Kefarmasian 2019, UMB Kembangkan Konsep Pengobatan Herbal
banjarmasinpost.co.id/mariana
Seminar Nasional Kefarmasian 2019 diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), bertema Peran Farmasi Komunitas dalam Penerapan Pengobatan Herbal di era 4.0, di Rattan In Banjarmasin, Sabtu (30/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ilmu Kefarmasian mengalami perkembangan cukup pesat dari tahun ke tahun.

Sebagai Universitas yang memiliki fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) mencoba terapkan pengobatan herbal sebagai alternatif yang ramah lingkungan.

Rektor UMB, Prof Dr Ahmad Khairuddin menuturkan, pihaknya edukasi yang distingtif, berbeda dan menunjukkan karkteristik Kalsel.

"Kalsel memiliki potensi yang besar untuk aspek herbal, apabila ini digali secara maksimal maka UMB dapat menjadi poros dalam bidang kefarmasian," ucap Ahmad Khairuddin dalam Seminar Nasional Kefarmasian 2019, di Rattan In Banjarmasin, Sabtu (30/3/2019).

Baca: Ekspresi Aneh Reino Barack Saat Syahrini Bilang Hancur, Incess dan Eks Luna Maya Marah Besar?

Baca: Sindiran Maia Estianty Untuk Kisah Luna Maya Syahrini & Reino Barack, Tayang di Master Chef

Baca: Sosok Retno Pinasti & Zulfikar Naghi, Moderator Debat Keempat Pilpres 2019 Capres Jokowi vs Prabowo

Baca: Jelang Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella, Giorgino Tuliskan Berdiri Tegak & Ranty Maria Stres

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, pihaknya berupaya mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) semaksimal mungkin dan menyiapkan sarana laboratorium sesuai dengan standar yang diharuskan dari aspek klinis, kimia, dan lain-lain.

"Sehingga para mahasiswa dapat melakukan penelitian farmasi secara baik dan maksimal di laboratorium. Adanya seminar ini pun dapat membuka wawasan baru bagi mahasiswa, kami sangat mengapresiasi," ujarnya.

Seminar bertema Peran Farmasi Komunitas dalam Penerapan Pengobatan Herbal di era 4.0 tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina selaku keynote speech.

Dalam paparannya, ilmu medis khususnya farmasi selalu mengalami perkembangan layaknya ilmu teknologi informasi.

Di masa yang akan datang akan banyak displin ilmu baru yang muncul salah satu hasil dari revolusi di bidang kesehatan.

"Konsentrasi di bidang herbal menjadi sesuatu yang bisa diunggulkan khususnya terkait pengobatan herbal di revolusi industri 4.0. Saat ini tidak lagi diperdebatkan antara pengobatan barat dan pengobatan timur karena keduanya dapat disinergikan atau dikolaborasi," jelasnya.

Orientasinya dikatakan Ibnu, kesehatan didapatkan melalui tindakan preventif, karena herbal lebih banyak ke tindakan preventif.

Seminar ini sangat penting untuk mengupdate informasi-informasi mengenai pengobatan khususnya herbal yang diterapkan di Farmasi UMB.

Seminar itu dihadiri ribuan peserta yang berasal dari fakultas farmasi yang terdiri berbagai universitas di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menghadirikan dua pemateri yang kompeten di bidang farmasi dan herbal yakni Dr Kintoko, pakar herbal nasional dan Sidik Raharjo selaku owner merapi herbal,dan owner rumah jamu godhod yang memberikan materi terkait herbal kepada peserta. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved