Berita Banjarbaru

NEWSVIDEO : Kalsel Ekspor Daun Gelinggang ke Jepang, Hingga 150 Ton per Tahun

Buktinya, pada Sabtu (30/3/2019) sekitar lima ton siap kirim ke Jepang dari PT Sarikaya Banjarbaru menggunakan kontainer melalui jalur laut.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi untuk mengembangkan ekspor daun Gelinggang. Buktinya, pada Sabtu (30/3/2019) sekitar lima ton siap kirim ke Jepang dari PT Sarikaya Banjarbaru menggunakan kontainer melalui jalur laut.

Kalsel satu satunya dan mengawali kegiatan ekspor daun Gelinggang ini ke Jepang dari Indonesia. Kegiatan ekpore daun gelinggang ini mulai dilirik untuk dikirimkan ke negara asean lainnya, semisal Taiwan, China, dan Korea.

Dari data dari Balai Karantina Pertanian Sudah sejak tahun 2007, Propinsi Kalimantan Selatan mengekspor daun yang memiliki nama latin Cassia Alata ini ke negeri Sakura.

Triwulan pertama tahun 2019, sudah ada 16 kali permohonan ekspor yang masuk karantina Banjarmasin. Secara frekuensi lebih banyak dibandingkan dengan permohonan triwulan pertama tiga tahun terakhir, masing-masing ditahun 2018 sebanyak 14 kali, tahun 2017 sebanyak 8 kali dan ditahun 2016 hanya sebanyak 4 kali.

Meningkatnya frekuensi permohonan ekspor dikarenakan prosedur ekspor yang tidak lagi lama dan rumit.

Baca: Hasil FP3 MotoGP Argentina 2019, Marc Marquez Tercepat, Dovizioso Melorot, Valentino Rossi?

Baca: Hasil Fulham vs Manchester City di Liga Inggris Pekan 32, Skor Akhir 0-2, City Geser Liverpool

Baca: Luna Maya Dapat Restu dengan Seseorang Kata Ayu Dewi, Raffi Ahmad Sebut Pria, Eks Reino Barack Diam

Kepala Produksi di PT Sarikaya Nugroho Sumarko, menjelaskan dari petani daun Gelinggang tersebut dihargai Rp 2000 rupiah untuk yang basah per kilo.

"Kalau kering tangkai sudah dibuang itu jatuhnya Rp 22 ribu. Potensi eksplore ini terus meningkat dan kami juga memerlukan banyak dari pertanian," kata Nugroho Sumarko.

Ekspor Kalsel tiap tahun terus meningkat, pada tahun 2018 menurut data BPS Provinsi Kalsel, nilai total ekspor seluruh komoditas mencapai Rp. 127.94 T. Sedangkan sumbangan dari komoditas pertanian pada 2018 masih berkisar 15 % dari total nilai ekspor saat itu sebesar Rp. 19,20 T. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved