B Focus Urban Life

Dibangun Pada Era Bupati Terdahulu, Pabrik Senilai Rp 36 Miliar itu Mangkrak Kondisinya Seperti ini

Inilah kondisi kekinian pabrik wood pallet yang berada di Desa Loktamu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dibangun Pada Era Bupati Terdahulu, Pabrik Senilai Rp 36 Miliar itu Mangkrak Kondisinya Seperti ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (1/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - MANGKRAK dan mulai dikepung rerumputan.

Inilah kondisi kekinian pabrik wood pallet yang berada di Desa Loktamu, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sejak rampung dibangun pada 2016 silam pada era pemerintahan Bupati H Khairul Saleh, pabrik senilai 4 juta dolar AS atau sekitar Rp 36 miliar itu tak kunjung beroperasional hingga sekarang.

Kerusakan fisik pun mulai terjadi.

Termasuk yang disebabkan faktor eksternal oleh gangguan binatang liar seperti tikus.

Kabel jaringan komputerisasi yang terletak di sisi kanan gedung pabrik tersebut banyak yang hancur akibat dicacah tikus.

Baca: Fakta Aneh Putusnya Billy Syahputra dan Hilda Vitria Dibongkar Roy Kiyoshi, Eks Kriss Hatta Korban?

Baca: Kebersamaan Mulan Jameela dan Al Ghazali di Panggung Kampanye, Ubah Lagu Ahmad Dhani Munajat Cinta

Baca: Perasaan Tersembunyi Ayu Ting Ting dan Ivan Gunawan Diungkap Sosok Ini, Igun Cemburu Shaheer Sheikh?

Baca: Sule Pernah Sebut Akan Nikah April 2019, Ayah Rizky Febian dan Naomi Zaskia Terciduk Bersama

Baca: Penampakan Krisdayanti Panen Kentang Disorot, Lihat Penampilan Ibu Aurel Hermansyah Saat di Kebun

Maklum, tikus adalah binatang pengerat yang hobi mencacah apa pun untuk mengasah giginya.

Tenaga teknis pabrik wood pallet pun sibuk memperbaikinya sejak beberapa hari lalu dan masih berlanjut hingga Minggu (31/3).

Termasuk berupaya mengoneksikan mesin generator ke mesin pabrik.

Sekadar diketahui, dulu Pemkab Banjar telah melatih sepuluh orang tenaga operator mesin wood pallet tersebut ke Jakarta hingga ke Korea Selatan.

Namun karena pabrik tak juga beroperasional, mereka kemudian terpaksa mencari pekerjaan sendiri.

Perbaikan komponen elektrikal tersebut dilakukan menyusul adanya investor dari Jakarta yang ingin menguji coba mesin wood pallet itu.
Penuturan pejabat Pemkab Banjar, saat ini telah ada sejumlah investor dari Kalsel maupun dari luar pulau yang berminat mengelola pabrik tersebut.

Pantauan di lokasi, fisik gedung maupun alat mesin wood pallet yang terletak di tepi Jalan A Yani di Desa Loktamu tersebut masih dalam kondisi bagus.

Namun beberapa bagian tampak mulai mengalami korosis atau berkarat.

Debu dan jaring laba-laba (gendang lawa) pun bertebaran menyelimuti.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved