Tajuk

KPU Harus Jeli

IDAK seperti biasanya, kantor camat di seluruh Indonesia membuka layanan bagi warga pada hari libur kerja, Sabtu dan Minggu. Ini, setelah Kementerian

KPU Harus Jeli
(Kompas)
Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TIDAK seperti biasanya, kantor camat di seluruh Indonesia membuka layanan bagi warga pada hari libur kerja, Sabtu dan Minggu. Ini, setelah Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan unit pelayanan administrasi kependudukan di daerah tetap melakukan pelayanan perekaman KTP elektronik (KTP El) dan layanan surat keterangan (suket) bagi yang telah melakukan perekaman, pada hari libur.

Instruksi tersebut merespons putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat wajib pemilih. Sebelumnya, MK memutuskan pemilih yang belum terdaftar di DPT atau di DPTb bisa mencoblos menggunakan surat keterangan (suket) perekaman KTP El.

Warga pun antusias mendatangi kantor layanan pemerintah tersebut untuk mengurus pembuatan KTP El. Di Kalsel, misalnya, ada sejumlah daerah yang memberikan layanan seperti di Kabupaten Banjar dan Tapin.

Di Kabupaten Tapin, pada Minggu (31/3), kegiatan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP El) mencapai 100,4 persen. Pencapaian di atas 100 persen itu diakui Hj Rusnaidah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tapin.

Angka plus 0,4 persen itu, menurutnya, karena pihak disdukcapil Tapin melakukan jemput bola dengan melakukan perekaman bagi siswa SMA, SMKN dan santri di pesantren bagi yang berusia 17 tahun.

Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji menyatakan, pihaknya mengetahui ada tiga kabupaten/kota di Kalsel memiliki tambahan pemilih terkait hal tersebut. Namun, jumlah pastinya belum diketahui.

Dengan adanya putusan MK itu, dapat dipastikan jumlah pemilih di Kalsel akan bertambah.

Hingga saat ini, daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Tahun 2019 di Kalsel berjumlah 2.869.166 pemilih, sesuai keputusan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 11 Desember 2018 lalu. Dari jumlah itu, pemilih pria berjumlah. 1.436.959 orang, sedangkan pemilih wanita 1.432.207 orang.

Kita berharap, warga yang belum terdaftar dalam DPT lantaran tak memiliki KTP El, dapat memanfaatkan kesempatan untuk melakukan perekaman di disdukcapil masing-masing.

Dengan banyaknya partisipasi pemilih diharapkan Pemilu 2019, yang terdiri atas pilpres, pileg –DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kota/Kabupaten– serta DPD, bisa berjalan lancar.

KPU dan panwaslu diharapkan jeli dalam melakukan pendataan dan saat pencoblosan nanti. Jangan sampai, warga negara asing –yang notabene tak berhak memilih– ikut masuk ke TPS memberikan suara.

Kita tentu berharap, Pemilu 2019 pada 19 April nanti berlangsung jujur dan adil agar pesta demokrasi di negara ini menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas, sesuai harapan rakyat Indonesia. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved