B Focus Urban Life

Pabrik Wood Pallet Mulai Dilirik Investor, Pemkab Banjar Masih Menunggu Penyerahan Aset

Pemkab Banjar saat ini intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar pabrik wood pallet itu bisa secepatnya dimanfaatkan atau dioperasionalkan.

Pabrik Wood Pallet Mulai Dilirik Investor, Pemkab Banjar Masih Menunggu Penyerahan Aset
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (1/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemkab Banjar saat ini intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar pabrik wood pallet itu bisa secepatnya dimanfaatkan atau dioperasionalkan.

"Saat ini kami sedang menunggu penyerahan aset tersebut dari pemerintah pusat ke Pemkab Banjar," jelas Sekretaris Daerah Pemkab Banjar H Nasrun Syah, Jumat (29/3).

Top manager birokrasi di Bumi Barakat ini menegaskan pelimpahan aset (pabrik wood pallet) tersebut mutlak dilakukan agar Pemkab Banjar bisa mencari investor untuk diajak bekersama mengoperasionalkan pabrik itu.

"Beberapa investor sudah ada yang tertarik dan mendaftar seperti pengusaha dari Banjarmasin. Ada juga investor dari Palembang pernah menjajaki kerja sama karena sudah biasa mengerjakan pabrik sejenis," sebut Nasrun.

Baca: Dibangun Pada Era Bupati Terdahulu, Pabrik Senilai Rp 36 Miliar itu Mangkrak Kondisinya Seperti ini

Baca: Makna Dibalik Gaya Busana Capres Saat Debat Pilpres 2019, Jokowi Ala Pekerja, Prabowo Tegas!

Baca: Fakta Aneh Putusnya Billy Syahputra dan Hilda Vitria Dibongkar Roy Kiyoshi, Eks Kriss Hatta Korban?

Baca: Kebersamaan Mulan Jameela dan Al Ghazali di Panggung Kampanye, Ubah Lagu Ahmad Dhani Munajat Cinta

Ia mengatakan Pemkab Banjar juga telah beberapa kali ke Kementerian LHK dan berkomunikasi dengan petinggi kementerian setempat.

Tujuannya untuk upaya percepatan penyerahan asset.

Sejak beberapa tahun lalu proses pelimpahan aset tersebut bak menapaki jalan terjal dan berliku karena tak kunjung mendapat persetujuan presiden.

Sesuai ketentuan, hibah dari pemerintah pusat hasil kerja sama antarnegara yang nilainya di atas Rp10 miliar harus melalui persetujuan presiden.

Namun kini kabarnya sudah ada titik terang.

"Sekarang sudah tahap finishing penyerahan asetnya dari Kementerian LHK ke Pemkab Banjar. Kita berharap bisa cepat selesai adminstrasinya sehingga daerah bisa menjalin kerjasama dengan pihak ketiga," tandas Nasrun.

Bagaimana mengenai perawatan dan pengamanan pabrik wood pallet tersebut? "Karena saat ini statusnya masih aset Kementerian LHK, jadi kita (Pemkab Banjar) sementara ini membantu pengamanannya saja," timpal Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banjar I Gusti Nyoman Yudiana.

Pemkab Banjar optimistis pengoperasionalan pabrik wood pallet tersebut prospektif dan mampu eksis.

Bahan baku cukup tersedia, antara lain dari pohon karet milik PTPN 13 Danausalak di Kecamatan Astambul.

Luasan kebun karet BUMN ini mencapai 300 hektare.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved