B Focus Urban Life

Rencananya Pabrik ini Mengolah Sisa Kayu untuk Diekspor, Namun Operasional Tak Pernah Terlaksana

Pabrik yang dibangun dari hasil kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Korea Selatan itu adalah industri pengolahan

Rencananya Pabrik ini Mengolah Sisa Kayu untuk Diekspor, Namun Operasional Tak Pernah Terlaksana
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (1/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pabrik yang dibangun dari hasil kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Korea Selatan itu adalah industri pengolahan pallet kayu.

Bahan bakunya memanfaatkan sisa-sisa kayu dalam berbagai bentuk seperti serbuk kayu maupun ranting pohon.

Kayu-kayu itu dipotong-potong lalu diolah dan selanjutnya akan diekspor ke Korea Selatan.

Pada Oktober 2016 silam, Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wabup H Saidi Mansyur didampingi Sekda H Nasrun Syah serta beberapa kepala SKPD lingkup Pemkab Banjar meninjau uji coba produksi di pabrik Wood Pallet itu.

Mereka disambut Project Manager Pabrik Wood Pallet, Park Wonhee.

Baca: Makna Dibalik Gaya Busana Capres Saat Debat Pilpres 2019, Jokowi Ala Pekerja, Prabowo Tegas!

Baca: Fakta Aneh Putusnya Billy Syahputra dan Hilda Vitria Dibongkar Roy Kiyoshi, Eks Kriss Hatta Korban?

Baca: Kebersamaan Mulan Jameela dan Al Ghazali di Panggung Kampanye, Ubah Lagu Ahmad Dhani Munajat Cinta

Baca: Sule Pernah Sebut Akan Nikah April 2019, Ayah Rizky Febian dan Naomi Zaskia Terciduk Bersama

Baca: Penyebab Rumah Tangga Syahrini dan Reino Barack Bisa Hancur Diungkap Sosok Ini, Berkaitan Luna Maya?

Saat itu Park Wonhe menjelaskan pabrik pengolahan wood pallet di Loktamu memanfaatkan sisa-sisa kayu dalam berbagai bentuk, baik serbuk kayu maupun ranting pohon, seperti pohon karet yang dipotong-potong.

Lalu diolah berbentuk cetakan kayu berbentuk pellet.

Dinamakan wood pallet karena pengolahannya menghasilkan cetakan kayu yang bentuknya menyerupai pellet atau makanan ikan.

Wood pallet ini, akan diekspor ke Korea Selatan untuk diolah menjadi barang kebutuhan di negara tersebut.

Bupati Banjar pun saat itu menegaskan pemerintahannya siap meneruskan kerja sama operasionalisasi pabrik itu asal tidak merugikan masyarakat sekitar sini.

Sayangnya, sejak itu justru operasional pabrik tak pernah terlaksana lagi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved