Ekonomi dan Bisnis

Jelang Ramadan, Aktivitas Pengiriman Barang di JNE dan PT Lintas Jawa Banjarmasin Stabil

Jelang bulan ramadan, trafik pengiriman barang di Banjarmasin oleh perusahaan ekspedisi belum mengalami peningkatan secara signifikan.

Jelang Ramadan, Aktivitas Pengiriman Barang di JNE dan PT Lintas Jawa Banjarmasin Stabil
banjarmasinpost.co.id/mariana
Aktivitas pengiriman barang di JNE Banjarmasin, Selasa (2/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekitar satu bulan menjelang bulan ramadan, trafik pengiriman barang di Banjarmasin oleh perusahaan ekspedisi belum mengalami peningkatan secara signifikan.

Bahkan untuk jurusan pengiriman dari Banjarmasin ke Surabaya terbilang sepi. Hal ini diungkapkan Owner PT Lintas Jawa Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, Selasa (2/4/2019).

"Barang yang dikirim ke Surabaya campuran, di antaranya barang rongsok, buah-buahan, dan kayu olahan. Yang paling sepi pengiriman kayu olahan, biasanya lima truk per hari saat ini hanya 1 truk," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selain itu melakukan pengiriman, PT Lintas Jawa kerap menerima pengiriman barang konveksi dari Jakarta dan Surabaya. Di musim kampanye yang saat ini masih berlangsung pihaknya juga banyak menerima Alat Peraga Kampanye (APK) Capres dan Caleg.

"Salah satu faktor penurunan pengiriman ini karena mungkin faktor pemilu, juga keraguan dari para pedagang. Kami harapkan setelah pemilu terjadi lonjakan pengiriman," imbuhnya.

Baca: Isra Mi’raj 2019 di 27 Rajab 1440 Hijriyah, Terjemahan Ya Habibal Qolbi Nissa Sabyan, Cinta Rasul

Baca: Isra Miraj 2019, Inilah Doa-doa dan Amalan Cocok Dibaca Malam Isra Mi’raj 27 Rajab 1440 Hijriyah

Baca: Tegangan Listrik Saat UBNK di Sekolah di Martapura Ini Sempat Turun, Begini Kondisi Siswa

Pada bulan puasa 2018 lalu, diakuinya alami kenaikan sebesar 30 persen di bandingkan pengiriman di hari biasa.

Hal senada juga dialami jasa pengiriman JNE Banjarmasin, empat minggu jelang ramadan belum merasakan lonjakan pengiriman barang, baik masuk atau keluar Banjarmasin.

"Harga Surat Muatan Udara (SMU) masih tinggi yang mana dalam tiga bulan terakhir hingga tiga kali peningkatan tarif, menjadi faktor pengiriman barang saat ini stagnan," jelas Branch Manager JNE Kalimantan Selatan (Kalsel), Depi Hariyanto.

Aktivitas pengiriman barang di PT Lintas Jawa, Banjaramasin, Selasa (2/4/2019).
Aktivitas pengiriman barang di PT Lintas Jawa, Banjaramasin, Selasa (2/4/2019). (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Untuk menyiasati kenaikan harga, Depi lebih fokus pada pengiriman jalur darat. JNE memberikan promo di sejumlah cabang di antaranya penyamaan tarif di cabang Bati-bati dan Banjarmasin yang sebelumnya berbeda.

"Selain itu, kami memberikan promo potongan harga sebanyak 10 persen di cabang Tanjung, Tabalong untuk pelanggan selama April 2019," ujarnya.

Baca: Enam Rumah Dekat RSUD Sultan Suriansyah Rata dengan Tanah, Warga Bongkar Sendiri Rumahnya

Menyoal Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akhirnya menarik peraturan yang mengatur soal ketentuan pajak atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce, Depi pun turut menyambut baik.

"Merupakan kabar baik bagi pelaku UMKM atau pedagang e-commerce sebab ongkos yang dikeluarkan oleh para pedagang juga akan berkurang," tandasnya.

Pencabutan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 210/PMK.010/2018 itu didasarkan pada alasan kesimpangsiuran informasi yang dikhawatirkan bakal membuat para pelaku UMKM enggan berdagang melalui platform marketplace. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved