Berita Banjar

NEWSVIDEO : Ikan Arwana Banjar Red Dilepasliarkan di Danau Tamiyang

Pelepasliaran arwana jenis Banjar red dilakukan di Danau Tamiyang, Mandikapau Barat, Karangintan, Kamis (4/4/2019).

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pelepasliaran arwana jenis Banjar red dilakukan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak di Danau Tamiyang, Mandikapau Barat, Karangintan, Kamis (4/4/2019).

Pelepasliaran ini dilakukan bersama K Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Satwas Banjarmasin, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar.

"Pelepasliaran ikan arwana jenis banjar red sebanyak 54 ekor," ucap Koordinator Wilker Banjarmasin - BPSPL Pontianak Andrian Saputra, S.St.Pi kepada reporter banjarmasinpost.co.id, Kamis (4/4/2019).

Baca: Hasil Malaysia Open 2019 : Fajar/Rian Lawan Marcus/Kevin di PerempatFinal usai Kalahkan Ganda Taiwan

Baca: Tala Rajai Cabang Renang, Batola Berjaya di Dayung

Baca: KaltengPedia : Rajah Daun Sawang Hindari Serangan Buaya Saat Mandi Safar

Baca: Terungkap Profesi Harvey Moeis Suami Mantan Kekasih Reino Barack, Sandra Dewi: Bisa Beli Jet Pribadi

Dikatakannya, Ikan arwana ini merupakan hasil sitaan BKIPM Entikong, Kalimantan Barat yang awalnya akan diselundupkan ke Malaysia namun berhasil digagalkan.

"Ikan Arwana Red Banjar merupakan jenis ikan Arwana yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan, oleh karena itu diupayakan untuk dikembalikan ke habitatnya," katanya.

Dijelaskannya Ikan Arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, selain itu ikan arwana masuk dalam daftar Appendiks I CITES dimana perdagangannya secara internasional dilarang, kecuali hasil budidaya / penangkaran.

Serta berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 21 Tahun 2014, bahwa anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 cm dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia.

" Saya imbau kalau masyarakat kebetulan mendapatkan ikan arwana itu saat memancing , atau ikan itu masuk perangkap kami minta agar masyarakat supaya melepaskannya kembali. Ini dalam upaya pelestarian dan ikan dilindungi pemerintah," imbau Bupati Kabupaten Banjar H Khalilurrahman.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M Riza Dauly ketika dikonfirmasi mengatakan ikan arwana dilindungi apalagi sudah ada perda nomor 7 tahun 2005 tentang pengawasan dan pelestarian sumber daya ikan.

Baca: Jadwal Perempatfinal Liga Champions Live di RCTI - Ada Man United vs Barcelona & Ajax vs Juventus

Baca: Jadwal Perempatfinal Liga Champions Live di RCTI - Ada Man United vs Barcelona & Ajax vs Juventus

" Pada intinya masyarakat apabila ikan yang dilindungi ini tertangkap agar dilepasliarkan kembali," tegasnya.

Pembakal Mandikapau Barat Abdul basyid berharap ikan berkembang. "akan kami jaga , masyarakat juga jaga jangan setrum, jangan tangkap, memancing bila dapat segera lepaskan.  Arwana langka. di danau ini belum ada arwana, yang sudah ada itu nila, patin, ikan mas yang dikembangkan di jala apung. Semoga ikan arwana bisa besar dan nanti bisa dinikmati pengunjung," katanya.(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved