Berita Batola

Pembangunan Asrama Pelajar SMAN 1 Anjir Pasar Ringankan Beban Orangtua Siswa Pelosok Batola

Selama tiga tahun terakhir 30 pelajar perempuan asal Kecamatan Wanaraya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk indekos di dekat sekolah.

Pembangunan Asrama Pelajar SMAN 1 Anjir Pasar Ringankan Beban Orangtua Siswa Pelosok Batola
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak, Kamis (4/4/2019). Halaman 9_wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Meski tidak mendesak, rencana pembangunan asrama pelajar SMAN 1 Anjir Pasar, Kabupaten Batola cukup penting dilakukan karena bisa meringangkan beban orangtua siswa yang berada di pelosok Batola.

Sebagai contoh, selama tiga tahun terakhir 30 pelajar perempuan asal Kecamatan Wanaraya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk indekos di dekat sekolah.

“Cukup penting rencana pembangunan asrama tersebut. Memang tidak mendesak.

SMAN 1 Anjir Pasar sudah mengajukan pembangunan asrama sekolah ke Kementerian Pendidikan melalui Pemprov Kalsel pada 2018 silam. Waktu itu direspons Pemprov Kalsel siap memfasilitasi. Sayangnya, rencana pembangunan asrama tersebut terkendala status 3T, yakni terdepan, terluar dan terbelakang,” kata Kepala SMAN 1 Anjir Pasar, Murjani, Rabu (3/4/2019).

Baca: Pembangunan Asrama Pelajar Terganjal Status 3T, 30 Siswi Wanaraya Pilih Indekos Demi Ikut UNBK

Menurut Murjani, kabar terakhir sekolah yang memperoleh pembangunan asrama itu adalah harus masuk daerah 3T, yakni terdepan, terluar dan terbelakang. Sedangkan SMAN 1 Anjir Pasar tidak masuk daerah 3T.

“Untuk itu pembangunan asrama dipending dulu karena terkendala status 3T tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, sebanyak 30 siswi SMAN 1 Anjir Pasar terpaksa indekos di kawasan sekitar SMAN setempat. Langkah ini ditempuh puluhan siswi tersebut agar bisa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sampai 8 April mendatang dengan lancar.

“Iya ada 30 siswi perempuan kita ngekos. Mereka asalnya tinggalnya di Kecamatan Wanaraya, satu jam lebih jarak tempuhnya dari SMAN 1 Anjir Pasar,” katanya.

Menurut Murjani, jalan dari desa di Kecamatan Wanaraya ke jalan Trans Kalimatan ini rusak parah sehingga 30 siswi SMAN 1 Anjir Muara memilih indekos dari pada pulang pergi ke rumah.

“Medannya berat kalau siswa keluar dari desa. Sebelum UNBK, 30 siswi tersebut memang sudah kos sehingga memudahkan UNBK kali ini. Mereka kos di dekat sekolah mulai kelas I SMA,” katanya.

Baca: Sekretaris DPRD Kalsel : Asrama Pelajar SMAN 1 Anjir Pasar Bisa Dianggarkan di APBD Kalsel

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved